Oleh : Syarifatul Adibah
Kategori : Event TGR

Momentum Hari Anak Sedunia yang jatuh pada 20 November lalu, mengingatkan #HakBermainAnak yang tercantum dalam Konvensi Anak Perserikatan Bangsa-bangsa tahun 1989 pasal 31 bahwa anak-anak memiliki hak untuk terlibat dalam aktivitas bermain dan rekreasi yang layak serta negara harus menghormati dan mempromosikan hak anak secara penuh dan berpartisipasi dalam kegiatan yang mendorong pengadaan peluang yang layak untuk mewujudkan hak tersebut. Pada Minggu (26/11) Traditional Games Return (TGR) Campaign dilaksanakan untuk kedua kalinya, berpusat di RPTRA Cililitan, yang dilakukan serempak oleh 37 ambasador TGR dari 22 Provinsi di Indonesia dan 186 RPTRA di DKI Jakarta yang melibatkan 7000 anak. Kegiatan yang dilakukan khususnya di RPTRA Cililitan berupa pementasan tari, angklung, pameran permainan tradisional, lomba mewarnai dan memainkan beberapa permainan tradisional seperti congklak, dampu,engrang, bentengan, karet dan balap karung. Sebagai pra acara, TGR juga menyelenggarakan kompetisi foto online dari seluruh wilayah di Indonesia, sebagai salah satu upaya kampanye lewat media sosial.

“ Di era modern saat ini, permainan tradisional sudah tergeser oleh permainan modern. Padahal nilai pada permainan tradisional dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, sportifitas, dan meningkatkan rasa peduli satu sama lain sehingga anak memiliki tumbuh kembang yang lebih baik,” papar Fajar Pratama preceptor TGR.

Founder TGR Aghnina Wahdini mengaku lega dengan telah terlaksananya TGR season 2 di RPTRA Cililitan kemarin. Aghnina mengaku senang dengan respon masyarakat dan berbagai pihak yang semangat menanti TGR season selanjutnya. Bagi Aghnina, bergagai tekanan dan kendala yang terjadi selama persiapan TGR season menjadi motivasi untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak dan berbagai pihak yang telah mensupport.

“ Diluar ekspektasi TGR akan jadi sebesar dan semeriah ini, sangat mengharukan bisa melihat anak-anak dari 22 provinsi yang berpartisipasi melakukan kampanye ini. Dengan kordinasi terbatas lewat media online, para ambassador selalu berusaha memberikan yang terbaik,” papar Aghnina. Gaungnya hingga ke pelosok nusantara, TGR dilakukan di tempat yang bervariasi di seluruh Indonesia, mulai dari panti, sekolah dasar, car free day, sekretariat forum anak, bahkan di tepi pantai.

Aghnina berharap, kedepannya TGR bisa digarap lebih serius lagi, tak berhenti menjadi sebuah komunitas, tak menutup kemungkinan TGR berkembang menjadi yayasan, atau NGO yang bergerak dan peduli terhadap hak bermain anak, khususnya bermain permainan tradisional.
 

SHARE ke INSTAGRAM

Download Gambar

Syarifatul Adibah Terverifikasi

"#TGRCampaign"

Follow


2 Mading