Peringatan Hari Dunia Menentang pekerja anak Internasional Oleh Forum Anak Kab.Gowa

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : HUMAS FAHASTA

Kembalikan hak hak anak! mungkin itu kalimat yang menyuarakan hati gundah para pekerja anak yang sesak akan penderitaan dan ingin bebas menikmati dunia kanak kanaknya.

Dalam urusan pekerjaan bukan rahasia lagi jika sampai dengan saat ini masih ada banyak anak-anak di Indonesia yang dipekerjakan, baik oleh orang tua kandungnya maupun orang lain untuk membantu kehidupan sehari-hari salah satunya PRTA atau pekerja rumah tangga anak.

Tanggal 12 Juni diperingati sebagai Hari Dunia Menentang Pekerja anak Internasional. Peringatan ini menandakan bahwa Fenomena tentang pekerja anak, masih menjadi isu penting dan serius yang memerlukan perhatian dari bangsa bangsa di dunia.

Saat momentum perayaan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak atau dikenal dengan World Day Against Child Labour yang diperingati setiap 12 Juni, masih ada anak-anak Indonesia yang dipekerjakan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam datanya menyebutkan ada lebih dari 4 juta anak Indonesia terlibat dalam pekerjaan yang seharusnya belum waktunya mereka lakukan. Paling banyak di Papua sebesar 34,7 persen dari total pekerja anak, kemudian Sulawesi Utara 20,46 persen dan Sulawesi Barat 19,82 persen. Dilihat dari jenis pekerjaan, umumnya mereka bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga, pekerja tambang, pekerja pabik, Anak Buah Kapal dan sejumlah pekerjaan lain. Mayoritas dari jenis pekerjaan mereka menempatkan mereka bekerja dalam situasi yang buruk, beresiko terhadap kesehatan dan terabaikannya pemenuhan hak dan perlindungan mereka sebagai anak-anak.

Faktor Ekonomi dan kemiskinan masih merupakan faktor utama yang menjadi alasan mengapa banyak anak-anak harus terjun sebagai pekerja atau buruh pada saat mereka sebenarnya masih harus duduk di bangku sekolah. Faktor lain adalah urbanisasi, factor sosial budaya dan pendidikan. Karena itulah, untuk benar-benar membebaskan Indonesia dari tenaga kerja anak-anak seperti yang sudah dicanangkan Pemerintah pada tahun 2022 nanti, tidak cukup hanya melalui penguatan regulasi perundang-udangan, melainkan juga harus terpadu melalui pendidikan, sosial dan budaya.

Dengan alasan apapun, anak anak tetap tidak diperbolehkan bekerja, karena anak dikodratkan untuk dijaga dan dipelihara, diberi Kasih sayang dan dipenuhi haknya. Dan sejatinya anak diwajibkan menuntut ilmu dibangku sekolah agar bisa menjadi generasi hebat dimasa yang akan datang.

Kami pengurus forum anak Kab.Gowa bersih keras menolak adanya pekerja anak dan mendukung penuh pemerintah dalam penghapusan Pekerja Anak.
Source : HUMAS FAHASTA
Kiriman Lainnya