PENAMPILAN DRAMA "STOP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA" PERSEMBAHAN FORUM ANAK PROV. SULAWESI TENGAH

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : Dok. Forum Anak Sulawesi Tengah

Kekerasan dalam rumah tangga, merupakan isu yang tak henti-hentinya terjadi dalam sebuah keluarga. Ironi, kekerasan dalam rumah tangga sangat memengaruhi mental maupun batin setiap anggota keluarga yang ada. Namanya kekerasan, pasti memiliki kesan buruk dan negatif. Oleh karenanya, kita sebagai warga negara yang bijak dalam menanggapi hal-hal negatif tersebut, berusaha sebaik mungkin untuk memulai dari diri sendiri agar tidak melakukan kekerasan dengan semena-mena terhadap saudara sendiri maupun orang lain.

Pada 5 April 2017, Forum Anak Sulawesi Tengah mencoba sebuah aksi inovatif sebagai pengingat kepada masyarakat agar menjaga keharmonisan dan kekeluargaan didalam sebuah keluarga. Pada Rapat Koordinasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Forum Anak Prov. Sulawesi Tengah berkesempatan untuk menampilkan sebuah drama bertemakan “Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga”. Pada rapat tersebut yang bertempat di Sutan Raja Hotel yang dihadiri oleh ibu-ibu dan bapak-bapak pegawai dari instansi yang terlampir dalam undangan rapat dari berbagai kabupaten, turut hadir dan menyaksikan dengan seksama penampilan Forum Anak Prov. Sulawesi Tengah.

Drama tersebut dipentaskan saat pembukaan acara Rapat Koordinasi sebagai tanda awal resminya kegiatan tersebut dibuka. Dihiasi dengan alur cerita yang humoris, menyisakan gelak tawa penonton yang membuat penampilan drama Forum Anak Prov. Sulawesi Tengah semakin menarik untuk disimak. Singkat cerita, berawal dari konflik seorang ayah dan ibu yang saling marah satu sama lain karena urusan rumah tangga yang kacau balau disebabkan oleh kesibukan ayah dan ibu tersebut, akhirnya sang ayah melampiaskan amarah kepada ketiga anaknya yang bernama Icil, Ucul, dan Acul. Terlebih lagi, sang ayah memiliki selingkuhan dan membuat konflik ayah dan ibu di drama tersebut semakin memanas. Tentunya, suara besar dari amarah sepasang suami istri tersebut, berdampak pada batin ketiga anaknya yang juga berusaha untuk menghentikan konflik namun mereka tentu masih seorang anak yang tak berdaya saat kasus itu terjadi. Sampai akhirnya, seorang penjual Coto Makassar dan seorang ustad yang tinggal disamping rumah keluarga yang mengalami KDRT tersebut, datang kerumah keluarga itu untuk menenangkan situasi dan kondisi karena mereka yang terganggu oleh bunyi kekacauan yang ada didalam rumah keluarga yang sedang mengalami konflik rumah tangga itu. Akhirnya, lelah untuk menyelesaikan masalah hanya dengan berdialog satu sama lain, datanglah Mobil Perlindungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Forum Anak, dokter, psikolog, polda, dan Bunda Paud Sulawesi Tengah yang mendatangi anak-anak korban KDRT tersebut. Bersama DP3A dan Forum Anak, terlebih lagi adanya fasilitas TeSa (Telepon Sahabat Anak) 129 sebagai wadah yang dapat menjadi sebuah objek preventif dalam pencegahan KDRT maupun kekerasan lainnya. Semua unsur tersebut membuktikan bahwa, pentingnya setiap elemen bangsa untuk saling melindungi satu sama lain agar terciptanya rasa aman didalam kehidupan bermasyarakat. 

Drama ini sebagai upaya Forum Anak Sulawesi Tengah untuk memberikan penyadaran akan pentingnya menjaga kekeluargaan dalam keluarga agar tercipta rasa aman dan hidup sejahtera. Sesuai dengan pasal 28B ayat 2 UUD NRI 1945, “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.” Anak sebagai aset bangsa, menjadi subjek perubahan dan penerus generasi bangsa kedepannya. Tentu ironi, jika sejak dini seorang anak sudah mengalami kekerasan fisik maupun batin dari ruang awal mereka tinggal yaitu keluarga. 

Mari hentikan segala macam kekerasan yang ada di bumi ini, berawal dari kesadaran diri masing-masing, untuk saling menghargai dan melindungi satu sama lain.

Source : Dok. Forum Anak Sulawesi Tengah
Kiriman Lainnya