Partisipasi Forum Anak Gunungkidul dalam Temu Hati #8

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : https://www.google.co.id/search?q=temu+hati+2017&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjfju2ZlsDUAhUKPo8KHRwuDe8Q_AUICigB&biw=1366&bih=662#imgrc=zKO8g09Ujf2ziM:

Partisipasi Forum Anak Gunungkidul dalam Temu Hati #8
 
Forum anak Gunungkidul bersama dengan forum anak dari tiga kabupaten dan satu kota di Daerah Istimewa Yogyakarta berkesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Temu Hati #8 dengan mengirimkan 12 duta dari masing-masing Forum Anak kabupaten dan kota. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari satu malam, dimulai dari tanggal 30 April – 1 Mei 2017 bertempat di Merapi Farma Herbal, Kaliurang, Sleman. “Yang muda, bertoleransi” menjadi tema yang diangkat dalam kegiatan Temu Hati tahun ini. Dengan diusungnya tema tersebut, diharapkan para duta perwakilan dari masing-masing kabupaten dan kota mampu menerapkan perilaku ini dalam kehidupan mereka. 

Kami, 12 duta anak Kabupaten Gunungkidul tiba di Merapi Farma Herbal pukul 08.00. Sesampainya disana kami melakukan registrasi sekaligus chek in peserta, sembari menunggu duta anak dari kabupaten dan kota lain. Setelah semua duta anak dari kabupaten dan kota berkumpul, acara pembukaan temu hati #8 pun dimulai. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ibu dr. RA Arida Oetami, M.Kes. selaku kepala bidang Pemberdayaan Perempuan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah diharapkannya suara anak yang dapat direalisasikan dalam Hari Anak Nasional 2017.

Memasuki kegiatan selanjutnya, yaitu diskusi duta anak yang dibagi menjadi beberapa divisi, diantaranya divisi perlindungan, pendidikan, partisipasi, jaringan komunikasi dan kesehatan. Masing-masing divisi merumuskan masalah yang sering dialami di bidang tersebut terutama yang dialami oleh anak, kemudian mencari jalan keluar dari akar permasalahan tersebut yang akan direalisasikan di kabupaten/kota masing-masing. Kami, dibantu para fasilitator merumuskan berbagai masalah tersebut. Setelah semua divisi merumuskan segala masalah yang dialami sekaligus jalan keluar dari masalah tersebut, tiap-tiap kelompok memprsentasikan dihadapan duta anak dari kabupaten/kota lain.

Tak terasa waktu semakin cepat beranjak, kami diberi kesempatan untuk melakukan ishoma sampai pukul 19.30. selama kegiatan ishoma, kami berkenalan dengan duta anak dari kabupaten dan kota lain. Dari itu kami sharing pengalaman selama bergabung di forum anak. Kegiatan ishoma malam ini menambah akrab suasana perkenalan kami dengan duta anak dari kabupaten/kota lain. Setelah kegiatan ishoma, kami berkumpul untuk mempersiapkan pentas seni dari masing-masing kabupaten/kota. Pada pentas seni kali ini, Gunungkidul menampilkan puisi yang dibacakan oleh salah satu teman kami, Vian. Vian merupakan duta anak kabupaten Gunungkidul yang memiliki kebutuhan khusus. Meskipun demikian, dia bisa bergaul dengan teman-teman lain. Selain pembacaan puisi dari vian, kami juga membawakan tiga buah lagu daerah berjudul “gundul-gundul pacul, ampar-ampar pisang, dan cublak-cublak suweng” dengan aransement yang sudah kami buat sebelumnya.Tak mau kalah, duta anak dari kabupaten kota lain juga menampilkan penampilan terbaik mereka di malam pentas seni kali ini. Semua peserta menikmati penampilan yang dibawakan oleh tiap-tiap kabupaten dan kota.

Waktu semakin larut, tiba saatnya kegiatan renungan. Kali ini, seluruh duta anak dari masing-masing kabupaten dan kota diwajibkan untuk menutup mata menggunakan slayer. Ketika semua mata tertutup, para fasilitator forum anak memberikan renungan, diantaranya kami wajib bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kegiatan Temu Hati #8 dan diberi kesempatan untuk mampu menyuarakan dengan bebas apa masalah yang dialami anak-anak. Banyak anak-anak diluar sana, yang tidak seberuntung kehidupan kami. Mereka belum dapat menikmati hak mereka secara sepenuhnya. Dari situ, rasa iba kami semakin melunjak, tangis haru menyelimuti suasana renungan malam ini. Masing-masing kami, memiliki semangat untuk turut berpartisipasi secara maksimal dalam menyuarakan hak-hak anak di kabupaten/kota. Lengkap sudah semua kegiatan malam ini. Kami harus kembali beristirahat agar tenaga pulih kembali ketika keguatan hari esok.

Keesokan harinya, setelah senam pagi, outbond, dan mandi serta bersih-bersih kami melanjutkan kegiatan inti yaitu materi dan dilanjutkan dengan pemilahan duta anak se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Tiap-tiap Kabupaten/Kota dipilih dua orang anak sebagai duta anak DIY. Kiki Nuranisya dan Edi terpilih sebagai duta anak DIY perwakilan dari Kabupaten Gunungkidul. Wajah haru dan bahagia terpancar dari wajah mereka.

Dengan terpilihnya duta anak Daerah Istimewa Yogyakarta berarti berakhirnya kegiatan Temu Hati #8. Setelah kegiatan Temu Hati ini kami memiliki semangat untuk lebih berperan aktif dalam berkontribusi mewujudkan hak-hak anak, dan juga turut aktif menjadi pelopor dan pelapor atas masalah-masalah yang dialami anak-anak di daerah kami masing-masing. Setiap anak berhak mendapatkan haknya masing-masing, mari turut berperan aktif dalam mewujudkan hak-hak anak. “Yang muda, bertoleransi”, kalau bukan kita, siapa lagi?. Sampai jumpa di Temu Hati berikutnya!!
Source : https://www.google.co.id/search?q=temu+hati+2017&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjfju2ZlsDUAhUKPo8KHRwuDe8Q_AUICigB&biw=1366&bih=662#imgrc=zKO8g09Ujf2ziM:
Kiriman Lainnya