Origami Hati untuk Bu Airin, Wujud Dukungan untuk Tangsel Layak Anak

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : Lentera Anak

Tangerang Selatan 21 Januari 2018, Dukungan anak muda Tangerang Selatan (Tangsel) agar Tangsel meraih predikat Kota Layak Anak terus menguat. Awal tahun ini, Forum Anak Tangerang Selatan mengampanyekan Resolusi Anak Tangsel 2018 untuk mewujudkan Kota Tangsel 2018 layak anak tanpa iklan, promosi dan sponsor rokok. Hari ini, bertempat di area Car Free DayBintaro Tangerang Selatan, puluhan anak muda yang tergabung dalam Koalisi Layak Anak (Koala) juga menyampaikan pesan yang sama, mendukung Kota Tangerang Selatan menjadi Kota Layak Anak.

Tak hanya menyampaikan pesan, Koala juga menggalang dukungan dari warga Tangerang Selatan yang di akhir pekan ini banyak beraktivitas di sekitar area Car Free Day. Kepada warga yang sedang menikmati akhir pekan bersama-sama, Koala mengajak menyampaikan pesan dukungan untuk terwujudnya Tangsel Layak Anak kepada Walikota Tangsel Airin Rahmi Diany. Uniknya, pesan yang mereka sampaikan dituliskan di lembaran kertas origami berbentuk hati.

“Kegiatan ini bertajuk Origami Hati untuk Bu Airin. Dimana, melalui kertas origami, warga Tangsel menyampaikan pesan kepada Ibu Walikota untuk mewujudkan Tangsel Layak Anak. Dan mengapa berbentuk hati, karena ini bentuk cinta masyarakat kepada kota Tangsel dan kepada Ibu Walikota,” jelas Gatari Dwi Hapsari, Ketua Forum Anak (FA) Tangsel. FA Tangsel menjadi salah satu penggerak Koala, bersama-sama komunitas anak muda Tangsel lainnya seperti Situ Gintung Jogging Club (SGJC), Global Cigarette Movement (9CM), No Tobacco Community, Warrior FCTC, Pembaharu Muda, Pramuka, Paskibraka, OSAS, ISMKMI, mahasiswa UMJ, mahasiswa UIN dan perwakilan siswa tiap sekolah.

Gatari menambahkan, Origami Hati untuk Bu Airin menjadi bagian dari kegiatan sosialisasi Kota Layak Anak (KLA) dan fungsi Forum Anak sebagai Pelopor Pelapor (2P). “Kegiatan sosialisasi kami kemas dalam bentuk roadshow, dan roadshowdilakukan ke sejumlah tempat yang banyak terdapat anak-anak. Diantaranya ke sekolah-sekolah, area car free day dan Taman Kota di Tangsel,” jelas Duta Anak Banten 2016 ini.

Menurut Gatari, ada tiga hal yang disampaikan di acara roadshow. “Hal pertama, kami menjelaskan tentang Kota Layak Anak. Kami juga menyampaikan tentang lima isu yang berpotensi menjadi kendala bagi Tangsel untuk meraih predikat Kota Layak Anak. Kelima isu mencakup (1) bullying dan pornografi, (2) Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif), (3) iklan promosi dan sponsor rokok dan kawasan tanpa rokok (KTR), (4) fasum layak anak dan (5) informasi layak anak,” kata Mahasiswa UPN Veteran Jakarta jurusan Hubungan Internasional ini.

“Kedua, kami menjelaskan tentang Forum Anak dan fungsi Forum Anak sebagai Pelopor Pelapor (2P). Melalui sosialisasi Forum Anak ini kami ingin seluruh anak di Tangsel mengetahui bahwa ada wadah anak untuk menampung aspirasi dan hak –hak  anak di kota ini,” ujar Gatari.

“Dan yang ketiga, berisi ajakan kepada seluruh warga Tangsel, khususnya anak-anak dan remaja, untuk mendukung Tangsel menjadi Kota Layak Anak melalui pesan di origami berbentuk hati,” tambah Warrior FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) kota Tangsel ini.

Gatari menjelaskan, saat ini Tangsel baru di peringkat Pratama. “Masih perlu banyak pembenahan untuk mencapai peringkat Madya, Nindya, Utama, dan predikat Kota Layak Anak. Khususnya membenahi 5 isu yang berpotensi menghambat terwujudnya Tangsel sebagai Kota Layak Anak tersebut,” tegasnya.

Dari Origami Hingga Ular Tangga

Sejak dimulai pada 8 Januari lalu, acara roadshow KLA dan 2P sudah terlaksana di 8 sekolah di Tangsel, yakni di SMK Islamiyah Ciputat, SMAN 9 Tangsel, SMAN 10 Tangsel, SMPN 21 Tangsel, SMPN 17 Tangsel, SMPN 18, SMPN 11 Tangsel dan SMAN 2 Tangsel. Roadshow juga dilakukan ke anggota Gerakan Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Pamulang dan Saka Bakti Husada Puskesmas Pamulang. Sedangkan di area publik, roadshow digelar diarea car free day BSD dan Taman Kota 1 BSD.

Yang menarik, roadshow di area publik tak hanya berisi sosialisasi dan penggalangan pesan dukungan di origami berbentuk hati. Tapi juga digelar permainan tradisional seperti ular tangga, sehingga menarik anak-anak untuk bergabung dan bermain.

Menurut Gatari, acara roadshow memang dikemas santai dan ceria agar pesan-pesan yang disampaikan mengena pada anak-anak yang menjadi target utama sosialisasi ini. Selain itu, mempermudah dalam menggalang sebanyak mungkin pesan dukungan untuk mewujudkan Tangsel Layak Anak.

Hingga hari ini sudah terkumpul lebih dari 1.000 origami hati untuk Ibu Airin.                      “Ini pencapaian yang cukup baik. Kami berharap ke depannya akan terkumpul lebih banyak lagi pesan dukungan,” kata Gatari.           Roadshow akan terus berlangsung hingga akhir Januari 2018. Diharapkan pada tanggal 14 Februari sudah terkumpul ribuan origami hati untuk disampaikan secara langsung oleh perwakilan Koalisi Layak Anak kepada Walikota Tangsel.
Source : Lentera Anak
Kiriman Lainnya