Mimbar Anak Bali

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : Local Disc (D:) DAFA Award

Mimbar Anak Bali
Penyelenggara    : Forum Anak Daerah Provinsi Bali
Tanggal                   : tiap tahun (terbaru : 13-15 Mei 2016)
Tempat                  :  bergilir tiap Kabupaten/Kota (terbaru : Denpasar)
Proses                    :

Anak adalah anugrah dari tuhan yang harus dilindungi. Belakangan, aksi berbagai kalangan masyarakat serta pemerintah mengenai perlindungan anak mulai semakin gencar dilakukan. Ada banyak hal yang dibuat pemerintah untuk melindungi kita, mulai dari pembuatan undang-undang, pembentukan forum-forum peduli anak, serta yang saat ini sedang banyak disorot adalah program 2P (pelopor dan pelapor). Forum-forum anakpun kini sangat gencar untuk mengedukasikan tentang kegiatan 2P ini. 

Sejak tahun 2006, Forum Anak Daerah Bali mengadakan suatu kegiatan mengenai pelopor dan pelapor yang diberi nama MIMBAR ANAK BALI. kegiatan yang diadakan rutin setiap tahun di Bali ini diprakarsai oleh kak Wahyu Adi Raditya. Hingga tahun 2016 lalu, Mimbar Anak Bali telah diadakan sebanyak 10 kali.
 
Mimbar Anak Bali atau sering disebut MAB dilakukan selama 3 hari penuh dan bekerjasama dengan DP3A Provinsi Bali, LPA Provinsi Bali, dan DP3A Kabupaten/Kota serta tetap difasilitasi oleh fasilitator FAD Bali selama kegiatan. MAB ini berisikan sosialisasi KHA, diskusi permasalahan anak sesuai 5 klaster KHA, character building, outbond, olahraga, pelaporan kegiatan pengurus FAD Provinsi Bali selama setahun, laporan pertanggung jawaban Duta Anak Bali, Penyusunan Suara Anak Bali dan Pemilihan Duta Anak Bali selanjutnya.
 
Peserta MAB ini terdiri dari 45 anak terpilih disetiap kabupaten/kota dan sekaligus menjadi anggota baru FAD Bali. 45 anak terpilih ini diharapkan dapat membagi ilmunya ke daerahnya masing-masing, dan 15 Duta yang terpilih diharapkan dapat menginisiasi kegiatan-kegiatan inovatif dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan Suara Anak Bali yang akan dibacakan saat acara Grand Final Pemilihan Duta Anak Bali dan Puncak Hari Anak Nasional (HAN) di depan Bapak Gubernur Bali beserta jajarannya.

Setiap tahunnya, para delegasi dari kabupaten akan membawa permasalahan terkait anak yang sedang urgent terjadi di kabupatennya. Masalah tersebut akan dibagi berdasarkan 5 garis besar bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, perlindungan khusus, partisipasi, serta jaringan. Masalah-masalah tersebut akan didiskusikan serta kita coba untuk mencari pemecahannya bersama. Jadi bisa dikatakan bahwa Mimbar Anak Bali merupakan pertemuan atau sidang besar-besarannya yang dimiliki anak-anak Bali dengan FAD Bali sebagai wadahnya. Suara Anak Bali akan menjadi hasil atau pencapaian dari sidang ini dimana berisi aspirasi-aspirasi serta harapan dari pemecahan masalah yang telah kami buat.

MAB memiliki 2 sidang besar yaitu sidang komisi dan sidang penyusunan suara anak bali. dalam sidang komisi, anak-anak dari 9 kabupaten di Bali akan dipertemukan dalam 5 kelompok kecil berdasarkan komisi mereka. disana mereka akan bertukar pendapat, bertukar pikiran, serta mencari penyelesaian bagi masalah yang mereka anggap urgent dan bisa dibawa ke suara anak-bali. selanjutnya adalah sidang suara anak bali, dalam sidang ini, setiap masalah yang urgent di komisi akan dibahas kembali oleh seluruh peserta mimbar dan kemudian disusun menjadi suara anak bali yang siap dibacakan di public. Suara anak bali tidak selalu menyangkut kebijakan pemerintah, tapi juga pola serta perubahan yang harus dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan kita sendiri selaku anak-anak sebagai upaya atas perlindungan terhadap anak-anak di daerah.

Belakangan, masalah yang kerap dibahas sejak 3 tahun terakhir di mimbar adalah mengenai rokok serta regulasinya, kekerasan seksual pada anak, pernikahan dini, serta partisipasi anak yang salah dalam organisasi yang belum atau bahkan tidak layak mereka ikuti. Dari masalah tersebut, kami mendapat solusi yang telah disusun menjadi suara anak bali dan akan dibacakan pada puncak perayaan hari anak nasional.

Pada hari terakhir mimbar anak-bali, anak ada grand final pemilihan duta anak bali. 15 Duta yang terpilih sesuai komisinya akan menjadi penggerak dari penyelesaian masalah yang dialami oleh anak-anak tersebut. Mereka diharapkan dapat membuat kegiatan-kegiatan kecil yang sederhana namun dapat berdampak besar bagi anak-anak serta bidaqng yang mereka tangani.

Setiap tahunnya, mimbar anak bali mengusung tema yang berbeda menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi pada anak-anak saat itu. Seperti tahun 2014 yang bertemakan “Peduli Anak Bali Untuk Anak Bali Peduli”, tema ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kepedulian di antara kalangan anak-anak di Bali dengan sesamanya. tahun 2015 dengan tema “Semua Tentang Kita” diharapkan dapat member pengertian bagi anak-anak bahwa semua yang kita lakukan ini adalah dari kita, untuk kita, dan oleh kita sebagai anak-anak. Lalu tahun 2016 yang bertema “bersua, bersuara, bersaudara”. Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah tahun ini dengan tema “Sejak Dini Menginspirasi”, kami harap anak-anak selalu berkreasi dan beraspirasi dengan cara mereka, walaupun kita masih kecil dan kita anak-anak, kita tetap harus berusaha mengispirasi sekitar kita bahkan orang dewasa dengan cara kita sendiri.
 
SUARA ANAK BALI
REKOMENDASI HASIL MIMBAR ANAK BALI 2016
TABANAN, 15 MEI 2016
 
Berdasarkan Mimbar Anak Bali X/2016 yang diselenggarakan pada tanggal 13-15 Mei 2016. Kami anak-anak yang mewakili Kabupaten se-Provinsi Bali menyatakan:
  1. Mendukung pemerintah untuk menindak tegas pelaku kejahatan seksual pada anak melalui penguatan regulasi dan pemberian sanksi yang lebih berat.
  2. Memohon kepada pemerintah untuk segera menandatangani Framework Convention on Tobacco Control guna melindungi anak dari bahaya rokok.
  3. Memohon kepada pemerintah untuk membuat regulasi mengenai bahaya vape atau rokok elektrik bagi anak.
  4. Memohon kepada pihak terkait untuk mengoptimalkan pendidikan berkarakter sejak dini guna meminimalisir kejahatan seksual pada anak.
  5. Memohon kepada pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap isi dari media massa yang tidak layak untuk anak.
  6. Memohon kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung program wajib belajar 12 tahun guna menurunkan angka putus sekolah pada anak karena perkawinan dini.
  7. Memohon kepada masyarakat dan pemerintah untuk menindak organisasi yang berdampak negative bagi anak guna meminimalisir terjadinya penyalahgunaan hak partisipasi anak.
  8. Siap berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Provinsi Bali sebagai Provinsi Layak Anak.
 
ATAS NAMA DUTA ANAK BALI 2016
 
Simpulan Dampak     :
            Dengan berperan sebagai pelopor dan pelapor FAD Bali berhasil memberikan dampak sebagai berikut,
  1. Membantu menyuarakan dan memberi solusi terhadap lima pokok masalah anak terkait isu 2P  (Pelopor dan Pelapor) yaitu dalam bidang pendidikan, kesehatan, partisipasi, jaringan dan perlindungan khusus. Melalui serangkaian proses kegiatan selama Mimbar Anak Bali berlangsung.
  2. Menghasilkan peserta Mimbar Anak Bali yang peduli dan siap menjadi pelopor dan pelapor baik dalam pemenuhan hak anak serta perlindungan anak seperti mengenai rokok serta regulasinya, kekerasan seksual pada anak, pernikahan dini, serta partisipasi anak yang salah dalam organisasi yang belum atau bahkan tidak layak mereka ikuti.
  3. Menghasilkan generas yang dapat menjadi penerus pelopor Mimbar Anak Bali , sehingga dapat meneruskan apa yang dihasilkan oleh generasi sebelumnya dan menginisiasikan kegiatan yang baru yang dapat membantu penanganan terkait kasus perlindungan anak.
  4. Terpilihnya 5 orang Duta Anak Bali  dan 10 orang Runner Up Duta Anak Bali yang terpilih sesuai komisinya akan menjadi penggerak dari penyelesaian masalah yang dialami oleh anak-anak tersebut. Mereka diharapkan dapat membuat kegiatan-kegiatan kecil yang sederhana namun dapat berdampak besar bagi anak-anak serta bidang yang mereka tangani.
Source : Local Disc (D:) DAFA Award
Kiriman Lainnya