Menjadi pelopor dengan mengelilingi Indonesia

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : Dok. FATAR

(by: Azkia Namira Trivani)
Hemm, bicara tentang pelopor nih, siapa sih anak Indonesia yang tidak ingin menjadi pelopor.

Pastinya diantara kalian semua anak-anak di Indonesia pasti sangat ingin menjadi pelopor, apalagi dengan mengelilingi Indonesia, waahh pasti tambah seru dong. Kali ini saya beserta Forum Anak Tanah Rencong (FATAR) menjadi pelopor dengan mengelilingi Indonesia. Eitss, tapi bukan betulan naik pesawat loh. Kami mempeloporinya dengan berkunjung ke salah satu event terbesar di Aceh pada tanggal 6 Mei lalu. Pasti semua sudah tau kan event apa sih yang ada di Aceh pada tanggal 6-11 Mei lalu. Yapp, tidak salah lagi itu adalah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XV 2017.

Saya dan kawan-kawan pergi bersama-sama menggunakan molin untuk berkunjung ke PENAS dan setibanya saya dan kawan-kawan disana, kami mengambil dan memegang papan kecil disetiap masing-masing dari kami untuk di peloporkan, yang disetiap papan tersebut berisikan kata-kata positif. Seperti, Maaf saya tidak merokok, Tanggapi bencana, buanglah sampah pada tempatnya, dll. Kami juga menyiapkan beberapa brosur yang berisikan hak-hak anak dan FATAR. Setelah itu kami pun siap untuk mengelilingi Stadion Harapan Bangsa, yang saat itu PENAS diadakan, gak kebayangkan seberapa luasnya stadion tersebut.

Kami pun menunjukkan aksi kami dengan mengelilingi stadion tersebut lalu memperlihatkan isi papan kecil tersebut dan membagikan brosur kepada setiap orang yang berada disana. Waah betapa luasnya dan ramainya orang-orang disana sampai-sampai kami kehausan. Tetapi, kami tetap berkeliling tanpa mengeluh. Karena, Tujuan dari kami untuk menunjukkan aksi ini, agar orang-orang yang berada di sekitaran PENAS menyadari bahayanya merokok, cara menghadapi bencana, dampak dari pernikahan di usia anak, dll.

Dan tidak lupa pula mereka tidak membuang sampah sembarangan, tetapi buanglah sampah pada tempatnya. Tidak hanya berkeliling disekitaran PENAS, kami pun juga memasuki setiap stan-stan daerah diseluruh Indonesia, disini nih kami berkeliling Indonesia. Waah, disini kami bertemu dengan para petani dan para nelayan diseluruh Indonesia, bahkan pejabat-pejabat daerah pun kami temui disana.

Walaupun penuh dengan keramaian dan berdesak-desakkan, tidak mematahkan semangat kami untuk mempeloporinya. Lalu kami pun memasuki setiap stan daerah, disini kami memberitahukan apa saja yang ada di masing-masing papan kami dan juga kami memperkenalkan apa sih itu FATAR?, siapa sajakah yang terlibat di FATAR? Dan lain sebagainya. mereka menerima kami dengan sangat ramah dan mendengarkan kami sangat antusias. Kami pun sangat senang dapat bertemu dengan mereka dan kami diberi makanan khas daerah, souvenir dan lain sebagainya.

Kami juga bertanya apakah di daerah mereka ada Forum Anak Daerah dan juga kami tidak lupa untuk menitip salam kepada forum anak di daerah mereka. Setelah semua stan sudah kami masuk maka sekarang saatnya kami kami duduk-duduk untuk beristirahat sejenak.

Tidak beberapa lama kami bertemu dengan gubernur marauke beserta istrinya, beliau sangat ramah dan dekat dengan kami bahkan kami pun sempat berfoto dengan beliau dan bersalaman dengan beliau dan tidak lupa pula kami memberikan brosur hak anak tersebut.

Dengan bertemunya gubernur marauke maka berakhir pula perjalanan kami di PENAS. Tetapi tidak hanya satu hari loh kami disana di hari keduanya kami pun mengadakan permainan tradisional seperti selop kaye. Sudah pada tau kan pasti permainan tradisional tersebut.

Nah, untuk teman-teman semua jangan pernah lupakan budaya kita apalagi permainan tradisional yang kita punya di daerah kita sendiri. Jika kita lupakan, maka pengaruh dari budaya luar dapat merusak kelestarian budaya kita nih. Untuk itu mari sama-sama kita bermain permainan tradisional dan gunakanlah gadget pada waktunya. Jangan keseringan kita menggunakan alat modern saat ini, Karena semuanya terdapat efek samping. Kita boleh saja mengikuti zaman, tetapi gunakanlah dengan sebaik mungkin.
Source : Dok. FATAR
Kiriman Lainnya