Mengenal Monumen 1.000 Km Anyer - Panarukan

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar :

Malam itu, saya mengunjungi Monumen 1.000 Km Anyer - Panarukan, kebetulan warna pilar baru saja direnovasi. Juga ada 10 lampu penerang yang baru di pasang. Sehingga area taman monumen ini tampak terang.

Oleh : Moh. Imron

Monumen 1.000 Km Anyer – Panarukan terletak di Wringin Anom Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, dekat dengan Jembatan Sibun. Dulu, tempat ini merupakan Tugu Perjuangan (1818), kemudian diganti dengan Tugu Udang (1990). Monumen ini selesai dibangun oleh Pemkab pada September 2014.
Monumen yang dibangun sekarang ini adalah sebagai simbolis dari titik 1.000 Km yang sebenarnya, yaitu terletak di barat pasar Panarukan, di rumah salah satu rumah warga.

Di taman monumen ini berdiri delapan belas pilar yang kokoh artinya Situbondo lahir pada tahun 1818. Pernah dibahas dalam sarasehan Hari Jadi Kabupaten Situbondo di tahun 2012 oleh Pemerintah Situbondo. Jika pilar ini disejajarkan maka tinggi rendahnya akan membentuk seperti Gunung Putri Tidur. Barangkali bangunan ini terinspirasi dari lukisan Daedels bersama tugu 1.000 Km dengan latar Gunung Ringgit atau lebih dikenal Putri Tidur dapat dilihat dari area ini.

Di sebelah timur taman monumen terdapat patung kecil. Seolah menggambarkan seorang pribumi yang tampak lesuh akan kesengsaraan dan kesedihan menjadi pekerja paksa, misalnya tebu, kopi, tembakau serta pembangunan Jalan Raya Pos.

Tujuan Daendels membangun Jalan Raya Pos Anyer – Panarukan itu untuk; strategi dan militer yaitu melindungi Jawa di bawah kekuasaan kolonial Belanda dari serangan Armada Inggris, ujung timur Pulau Jawa merupakan kawasan yang sangat subur, penghasil produk-produk penting terutama hasil perkebunan dan pertanian sedangkan Panarukan juga merupakan tempat cadangan pangan dan persenjataan Kolonial Belanda. (historia.id)

Jalan Raya ini dibangun selama satu tahun, dan memakan korban ribuan penduduk Indonesia meskipun sampai sekarang menjadi  jalur transportasi penting dari Jawa Timur hingga Jawa Barat serta  menyimpan banyak sejarah dan luka yang mendalam.

Bangunan ini merupakan akhir dari ujung pembangunan jalan Daeldels yang wajib kita ketahui sebagai wisata sejarah. Dengan adanya tanaman bunga, rumput-rumput yang hijau dan beberapa tumbuhan atau pohon di taman ini membuat monumen ini lebih indah. Sekaligus sembagai penanda sejarah di Kabupaten Situbondo.
 
Source :
Kiriman Lainnya