MENANAM POHON MANGROOVE DI DESA CIPARAGE JAYA

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : Dokumen Forum Anak Singaperbangsa Kabupaten Karawang

Kenapa Mangroove ? Karena pohon mangroove merupakan tumbuhan yang mencegah abrasi pantai yang menjadikan daratan tidak terkena bajir.

Desa  ciparagejaya sering terjadi banjir sedangkan penduduk desa tersebut notabene mata pencahariannya sebagai nelayan, yang jarang di rumah. Menjadikan apabila banjir datang, warga Desa Ciparage Jaya sudah terbiasa. Menurut kami hal ini patut diwasadai karena seringnya banjir, tidak baik untuk kesehatan anak-anak di Desa tersebut.

Menurut narasumber kami seorang Bapak yang cinta alam tapi amanat Beliau tetap dihiraukan oleh masyarakat setempat. Beliau bercerita kalau sebelum kami datang, banyak perusahaan dan instansi pemerintah yang ingin memperbaiki kondisi desa ini, tatapi semua itu tetap tidak ada hasil, melainkan hanya Beliaulah yang berhasil menanam pohon Mangroove di daerah pesisir pantai walau rumah beliau tidak di daerah pesisir pantai.

Menurut beliau terdapat hambatan selain masyarakat yang memang urang peduli akan lingungannya yakni jenis tanah yang berada di sekitar pantai yakni bukan tanah yang gapang untk ditanami sebuah tanaman tetapi tanah ini mengandung banyak lumpur yang menjadikan tumbuhan Mangroove yang telah di tanam, tidak akan bertahan lama karena faktor tanah tersebut.

Kami berdiskusi agar faktor tanah tersebut bisa terlewati dan jawabnya sangat luar biasa yaitu dengan menanak pohon mangroove di sebuah wadah yang benar benar kuat dari terjangan air dan juga dari lumpur yang terkandung di daerah Pantai Ciparagejaya. Ternyata biaya nya tidak sedikit karena selain wadah wadah tersebut mahal, pohon mangroove pun tetap harus selalu dijaga dan di beri perawatan rutin di daerah pantai tersebut.

Kami tidak kehabisan ide, dan kami bertanya bagaimana kalau pohon magroove di tanam di halaman rumah warga saja atau di daerah daratan lainnya, Sang Narasumber pun berkata demikian, kalau Pohon Mangroove tidak bisa tubuh di sembarang tanah. Tapi kalau kita benar benar memberi perhatian pada lingkungan, tidak ada yang tidak mungkin seperti yang beliau lakukan yakni menanam pohon mangroove si salahsatu tempat tepatnya di pesisir Pantai Ciparage Jaya.

Setelah kami mewawancarai seorang pecinta lingkungan, kami ingin tahu jenis tanah yang katanya mengandung banyak lumpur itu. Kami mengunjungi daerah pesisir Pantai Ciparage Jaya, ternyata benar tanah ini seperti lumpur, lihat saja kaki kang Wibowo Budi Prasetyo sampai tenggelam seperti itu, memang banyak sekali sampah yang bertebaran, sampah tersebut bukan hanya pembuangan warga saja melainkan sampah kiriman yang katanya dari beberapa negara tetangga.

Terlihat ada pohon mangroove yang tumbuh, nah itulah pohon yang di tanam oleh Narasumber pada sebidang tanah yang tadinya bukan pesisir pantai, tatapi karena banjir terus melanda dan terjadilah abrasi secara terus menerus hingga akhirnya daratanpun berkurang sampai kebun mangroove itu. Memang menanam poho mangroove membutuhkan waktu yang lama dan proses yang lama pula, tapi keuntungannya pun sebanding dengan proses yang dilewati.

Selanjutnya kami langsung berniat untuk mencoba menanam pohon mangroove di daratan dan berharap banyak untuk terus tumbuh. Kami bersama mencabuti pohon mangroove yang masih muda dan di tanam kembali di daratan. Dan kamipun melakukan oprasi semut walau tidak semua sampah yang ada di tempat tersebut diambil, karena sampah-sampah tersebut sudah seperti tanah yang antara sampah dengan sampah sudah menempel satu dngan yang lainnya. Kehawatiran memang bukan hanya dialami oleh pemerintah desa setempat, tapi banyak diluar sana yang khawatir akan keadaan Kabupaten Karawang yang terancam abrasi ini.

Kami harap masyarakat mulai menyadari akan kepekaan terhadap lingkungan dengan sosialisasi ataupun aturan aparat desa yang sedang menjabat, karena kalau dengan sosialisasi saja walau dari pemerintah desa ataupun dri pihak provinsi, warga desa sudah sering melanggar dan menghiraukan demi terpenuhinya kebutuhan sehari hari yang sampai mereka menghabiskan waktunya di lautan selama 3- 5 hari.

Kepala Desa pun berharap banyak sponsor dari perusahaan – perusahaan tertentu yang siap membantu mengatasi permasalahan yang dilanda oleh daerah yang dijabatnya.
Kami pun pulang dan mengharapkan pohon yang kami tanam berkembang dengan baik ddan tidak ada yang merusaknya.
Tapi ternyata kami mendengar kabar dan laporan dari salah satu rekan kami kalau pohon kami sudah layu dan dapat dikatakan tanaman mati. Memanglah kecewa, hingga akhirnya kami membatu mendoakan agar segera ada sponsor yang siap untuk menangani masalah yang mncul di Pantai Ciparagejaya aamiin.
 
Source : Dokumen Forum Anak Singaperbangsa Kabupaten Karawang
Kiriman Lainnya