Majo Junior dan Semai

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : Dokumen Pribadi

Pada tanggal 11 Oktober 2016,  kami Forum Anak Butta Toa melaksanakan sosialisasi anti korupsi melalui permainan Majo dan Semai yang diluncurkan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Kegiatan ini berlangsung di 41 sekolah yang ada di Bantaeng mulai dari SD, SMP sampai SMA. Sosialisasi kali ini memang agak berbeda dengan sosialisasi pada umumnya, dimana peserta sosialisasi pada umumnya hanya duduk sambil mendengarkan materi yang dibawakan oleh pemateri, namun kali ini kami melakukan sosialisasi dengan menggunakan alat peraga sehingga peserta dapat terlibat secara langsung. Oh iya, permainan ini ada yang bernama Majo Junior dan Semai. Untuk Majo Junior dimainkan oleh siswa SMA sedangkan Semai dimainkan oleh siswa SMP dan SD.

Sehari sebelum sosialisasi ini, kami terlebih dahulu telah melakukan persiapan. Kami sebelumnya juga berlatih memainkan permainan Majo dan Semai, lebih tepatnya kami berlatih untuk menjadi fasilitator yang akan memandu di setiap sekolah. Selain itu kami juga membagi tim, sehingga dalam satu hari kami bisa melakukan sosialisasi di 41 sekolah yang ada di Kab. Bantaeng.

Untuk tim 1, ditugaskan untuk mendatangi sekolah sesuai dengan kesepakatan yaitu MA Muhammadiyah Panaikang, MTs Muhammadiyah Panaikang, SD 25 Panaikang, dan SMA Negeri 1 Bissappu (sekarang menjadi SMA Negeri 2 Bantaeng) . Sekolah pertama yang kami kunjungi yaitu MTs Muhammadiyah Panaikang. Sebelum melakukan sosialisasi, kami terlebih dahulu meminta izin kepada kepala sekolah dari sekolah tersebut. Setelah mendapatkan izin, kami meminta untuk memanggil 2 orang siswa yang kemudian akan diajak bermain permainan Semai, sesuai dengan tingkatan sekolahnya. Kami memilih tempat yang nyaman untuk melakukan permainan ini. Sebelum memulai menjelaskan terlebih dahulu bagaimana cara memainkan permainan tersebut. Setelah para peserta mengetahui cara bermainnya, barulah permainan dimulai. Para siswa sangat antusias, mereka terlihat berfikir dengan keras untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bernilai anti korupsi dari permainan tersebut. Setelah permainan selesai, kami membagikan hadiah kepada para pemain. Hadiah yang kami berikan berupa pin yang bertuliskan Semai dan berfoto  bersama pemain.

Setelah itu, kami melanjutkan ke sekolah berikutnya yaitu MA Muhammadiyah Panaikang. Kami pun sampai di MA Muhmmadiyah Panaikang. Seperti yang dilakukan sebelumnya, kami tak lupa meminta izin kepada kepala sekolahnya dan meminta sebanyak 8 orang yang selanjutnya akan dibagi menjadi 4 tim untuk bermain Majo Junior. Kami melakukan permainan ini di Mushollah sekolah tersebut. Tak lupa pula, sebelum memulai permainan kami menjelaskan tata cara bermain Majo Junior dan poin-poin yang diperoleh jika menjawab pertanyaan dari tiap kartu. Setelah para pemain sudah siap, maka permainan dimulai. Setiap pemain mendapat kesempatan untuk mencabut kartu dan menjawab pertanyaan dari kartu tersebut sehingga mereka harus memilih jawaban yang benar agar poin yang mereka miliki tidak berkurang. Setelah permainan selesai, kami juga membagi hadiah kepada para pemain dan berfoto bersama pemain.

Meskipun matahari terasa begitu panas, tetapi kami tetap semangat. Kami melanjutkan sosialisasi di SD 25 Panaikang. Di sekolah ini, ada yang berbeda dari sekolah lain yang telah kami datangi. Perbedaan itu terlihat pada saat permainan Semai yang dimainkan oleh siswa SD 25 Panaikang dimulai, dimana banyaknya murid-murid yang menyaksikan permainan itu. Mungkin karena mereka adalah siswa SD yang memiliki rasa ingin tahu yang lebih tinggi terhadap sesuatu yang baru mereka lihat sehingga mereka berbondong-bondong masuk ke dalam ruangan untuk melihat proses bermain permainan Semai. Bukan hanya murid saja, bahkan guru-guru pun ikut menyaksikan murid-muridnya bermain. Setelah permainan selesai, saatnya kami membagikan hadiah kepada para pemain dan berfoto bersama pemain maupun siswa lainnya yang berada di ruangan tersebut. Guru-gurunya pun tidak ketinggalan, mereka juga ikut berfoto bersama kami.

Waktu menunjukkan pukul 11.20 WITA, kami akhirnya beristirahat dan memilih untuk makan siang. Sosialisasi kami lanjutkan setelah melaksanakan Salat Zuhur. Setelah itu, kami melanjutkan sosialisasi di SMA Negeri 1 Bissappu (sekarang menjadi SMA Negeri 2 Bantaeng). Kami terlebih dahulu meminta izin untuk melakukan sosialisasi setelah itu barulah kami meminta 8 orang siswa (4 tim)  yang akan ikut bermain permainan Majo Junior. Seperti yang dilakukan sebelumnya, kami kembali menjelaskan tata cara bermain permainan ini lalu memulai permainan. Setelah permainan selesai, kami kembali membagi hadiah kepada para pemain dan mengajak mereka  untuk foto bersama.

Kegiatan ini menuai banyak harapan, salah satunya dari kami selaku pengurus Forum Anak Butta Toa yang mengharapkan agar anak-anak yang ada di Bantaeng dapat menghindari tindakan atau perilaku korupsi dan dapat membedakan mana perilaku yang tergolong dalam tindakan korupsi karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa sehingga akan berdampak baik di kehidupan yang akan datang dan tidak akan ada lagi pelaku-pelaku korupsi seperti sekarang ini.

 
Source : Dokumen Pribadi
Kiriman Lainnya