Oleh : Forum Anak Kabupaten Situbondo
Kategori : Liputan

Assalamualaikum wr. wb. 
Salam sejahtera bagi kita semua
Haloo teman² apa kabar? 
Saya Dhita Tiara dari Forum Anak Kec. Besuki, Kab. Situbondo akan membagikan sedikit pengalaman saya ketika menjadi tour guide dalam acara penyambutan club sepeda onthel Nasional yang mengadakan acara gowes sepeda dari Anyer-Panarukan.

Persiapan penyambutan itu dilakukan 2 minggu sebelum hari H. Dan waktu dua minggu itu saya gunakan untuk berlatih dan mengenal tempat-tempat bersejarah di Besuki. Karena di daerah Besuki sendiri memang banyak terdapat bangunan peninggalan Belanda dan ketepatan dilewati oleh jalan Daendels sehingga ada sejarah yang bisa diceritakan kepada para pengontel dari Anyer-Panarukan. Selain itu juga terdapat kantor Karesidenan, tepatnya di sebelah Timur kantor Polisi Besuki, dan juga ada kantor Bupati Belanda yang saat ini sudah dialih fungsikan menjadi kantor SMA Negeri 1 Besuki. 

Penyambutan club onthel tersebut diadakan di pendopo SMA Negeri 1 Besuki, dimana di pendopo tersebut sudah disediakan tempat beristirahat, makanan serta minuman untuk disuguhkan ke para pengontel serta ada juga pameran foto-bersejarah dan juga souvenir buatan siswa siswi SMA Negeri 1 Besuki yang dapat dijadikan cindera mata bagi para pengunjung yang saat itu ikut serta dalam meyambut para pengontel tersebut.

Berita terus bermunculan tentang sudah sampai manakah club onthel ini. Sampai akhirnya tepat pada tanggal 6 April 2018 club onthel ini tiba di Besuki dan menjadikan SMAN 1 Besuki sebagai tempat persinggahan. Selain itu juga karena SMAN 1 Besuki telah membuka Edu Wisata Sejarah sehingga dapat menarik club onthel tersebut untuk singgah dan menikmati hidangan serta berbagai macam cerita yang akan dijelaskan oleh para tour guide yang berasal dari siswa siswi SMAN 1 Besuki, dan saya adalah salah satu tour guide nya. Tugas saya sebagai tour guide pada saat itu adalah membantu para wisatawan yang berasal dari club onthel tersebut untuk mengetahui sejarah dari masing-masing foto yang dipajang di acara tersebut, setelah itu tugas sebagai tour guide berlanjut sebagai pendamping mereka menuju ke kantor Karesidenan untuk berfoto bersama dan melepaskan mereka untuk melanjutkan perjalanan menuju Panarukan. 

Terlihat sekali wajah bahagia dan sumringah dari para pengonthel tersebut, mungkin karena mereka bisa sejenak melepas lelah dan menikmati cerita dari para tour guide. Saya sebagai tour guide juga sangat senang sekali bisa mendampingi dan berbagi cerita dengan mereka, serta melihat mereka yang antusias mendengarkan cerita saya membuat saya semakin bersemangat menceritakan sejarah dari masing-masing foto kepada mereka. Dan jujur, ini merupakan pengalaman pertama saya menjadi tour guide. Perasaan campur aduk dari gugup, bahagia, deg-deg an, takut, tidak sabar, semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Dan ketika saya sudah dihadapkan dengan para wisatawan, perasaan gugup, takut, menjadi hilang dan hanya ada perasaan senang karena saya telah berhasil bercerita dan membuat mereka paham akan sejarah yang terdapat pada foto tersebut. Dari wajah mereka yang tersenyum, saya yakin mereka menikmati dan paham dengan apa yang telah saya ceritakan.

Menjadi tour guide bukanlah hal yang mudah. Butuh banyak persiapan dan usaha yang keras untuk membuahkan hasil yang maksimal. Namun pengalaman pertama saya ketika menjadi tour guide, merupakan pengalaman saya yang berharga. Semoga teman-teman yang lain juga memiliki pengalaman yang berharga untuk dapat di share sehingga menjadi motivasi bagi kita semua. 

Mungkin itu cerita singkat dari pengalaman saya ketika menjadi tour guide, apabila ada kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan. 
Tsumassalamualaikum wr. wb 

SHARE!

Forum Anak Kabupaten Situbondo

"Forum Anak Kabupaten Situbondo didirikan pada tanggal 04 November 2011 sebagai wadah partisipasi anak Situbondo dalam pembangunan. Di usianya yang ke-7 tahun ini, Forum Anak Situbondo terus berupaya menemukan cara terbaik dalam meneruskan aspirasi anak Kota Santri. Kami menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Masih banyak teman-teman sebaya kami yang belum mendapatkan hak-hak mereka. Maka, kami akan selalu berikhtiar seraya mengadahkan tangan memohon pada hadirat Tuhan, agar senantiasa membimbing dan memberikan keteguhan hati ini. Aamiin..."

Follow


53 Mading