Oleh : Hasmita Nurzakia
Kategori : Stop Pernikahan Dini

Kekerasan terhadap perempuan dan bisa dialami siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Bentuk kekerasan yang dialami pun beragam, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual, diskriminasi, marjinalisasi berdasarkan identitas hingga perkawinan anak. Meski usia perkawinan yang sah (19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan) sudah diatur dalam undang-undang perkawinan, tidak dipungkiri masih banyak perkawinan di bawah usia 16 tahun dilakukan di Indonesia.
.
Sulawesi selatan menjadi provinsi yang berada di tingkat pertama untuk perkawinan usia anak 15 tahun (6,7%) dibanding dengan angka nasional yang hanya (2,46%). Usia 15-19 tahun, Sulawesi Selatan berada diurutan Ke 7 dengan angka 13,86% dari angka nasional 10,80%.
.
Kab. Gowa menjadi salah satu kabupaten yang memiliki angka tertinggi perkawinan usia anak di Sulawesi Selatan yang mencapai 60% mayoritas tinggal di daerah dataran tinggi. Bukan faktor ekonomi, akan tetapi faktor pendidikanlah yang menjadi faktor utama dari tingginya angka perkawinan usia anak di Kab. Gowa. Di tahun 2017, terdaftar 333 anak telah menikah secara resmi.
.
Melalui kegiatan-kegiatan Pendewasaan Usia Perkawinan, kita bisa tahu dampak-dampak yang ditimbulkan dari perkawinan anak. Sebagai generasi muda, kita harus menjadi PELOPOR dan PELAPOR apabila terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk perkawinan anak.  Dengan adanya Kelompok Sebaya Anti Perkawinan Usia Anak (KESATRIA GOWA) yang dibentuk oleh LBH APIK Makassar bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Gowa membentuk kelompok remaja untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perkawinan usia anak. Lewat beberapa REAKSI (Rencana Aksi) yang unik sesuai kids jaman now diantaranya PETASAN (Pendekatan Teman Sebaya), SIAP ANAK (Sidak ANti Perkawinan Usia Anak), Si Aksa (Sosialisasi Anti Kekerasan Seksual pada Anak), dan beberapa reaksi lainnya yang sangat menarik.
.
KESATRIA GOWA!!!
"Bahagiaku dengan BERMAIN, bukan MENIKAH"
"Kami ingin menimang PRESTASI, bukan menimang BAYI"

SHARE!

Hasmita Nurzakia Terverifikasi

"Ketua Forum Anak Hasanuddin Tamallajua Kab. Gowa 2017-2018 Ambassador of Traditional Games Return Sulawesi Selatan 2017 #Fahasta #TGRCampaign"

Follow


2 Mading


STOP PERNIKAHAN DINI

Kategori : Stop Pernikahan Dini

OGAH AH... KAWIN MUDA, SAYA PENGEN JADI SARJANA

Kategori : Stop Pernikahan Dini

Anak Perempuan Pasti Bisa

Kategori : Stop Pernikahan Dini