Jangan Kasih Kendor! Forum Anak Situbondo Kawal Terus Aspirasi Anak

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar :

oleh M. Taufiq Ridlo

Assalamualaikum ww.
Om swastiastu
Salam sejahtera bagi kita semua

Oke guys, dalam kesempatan ini saya akan bercerita mengenai perjuangan saya mewakili anak Situbondo untuk situbondo mendapatkan hak-hak anak melalui Forum Konsultasi Publik dan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemkab Situbondo 2019.

Nah cerita saya diawali dengan meminta surat izin meninggalkan sekolah di sekolah saya, SMAN 2 Situbondo. Nah disaat menulis surat izin saya diberi pertanyaan oleh guru saya. Buat apa nak, kok pagi-pagi sudah minta surat izin?" kata guru saya. "Iya bu, saya mewakili anak-anak situbondo untuk menyampaikan aspirasi mereka di Forum Konsultasi Publik RKPD 2019 di Pemkab" jawab saya. "Oh ya, kemarin ada kabar untuk itu bu, langsung dikasih aja," guru lain menambahi.

Mendengar itu saya merasa bangga karena di mata sekolah saya Forum Anak merupakan wadah positif untuk menyalurkan aspirasi dan meningkatkan kreatifitas anak anak di Indonesia khususnya di Situbondo. Setelah keberangkatan, saya masih harus menunggu sekitar 1 jam untuk menunggu para OPD kabupaten Situbondo berkumpul di ruang rapat.

Dikala menunggu forum konsultasi dimulai, saya sharing-sharing bersama mas Fahri, fasilitator FA yang saat itu mendampingi saya. Saya bercerita banyak hal, salah satunya peristiwa guru yang tewas akibat dipukul muridnya di Madura beberapa waktu lalu. Dari pembicaraan tersebut muncul kesimpulan bahwa peristiwa tersebut dikhawatirkan akan membuat pandangan negatif terhadap UU Perlindungan Anak di mata masyarakat luas. UU Perlindungan Anak dituding mengakibatkan anak menjadi manja, egois, dan bahkan tidak bisa dikoreksi oleh gurunya sekalipun. Padahal jika dipikir ulang, UU Perlindungan Anak jelas bermanfaat untuk melindungi hak anak dan memaksimalkan potensi dalam dirinya. Kejadian di Madura itu merupakan suatu kasus yang tidak bisa digeneralisir kepada seluruh aspek UU Perlindungan Anak begitu saja.

Setelah penantian yg terbilang lama, acara pun dimulai. Dimulai dengan sambutan Bupati. Lucunya saking lamanya bupati memberi sambutan saya sampai tertidur ketika menunggu giliran saya (hehe, jangan ditiru ya). Nah setelah menunggu lama saya sedikit merasa kecewa bahwa aspirasi yang akan saya sampaikan tidak di dengar secara langsung oleh bupati, wakil bupati dan ketua DPRD. Namun, masih ada kesempatan diskusi bersama Kepala Bappeda Kabupaten Situbondo. Saat itu saya kembali menunggu lama, kalian tau kan rasanya menunggu? Sakit guys sakit hehe.

Sesi pertama tanya jawab pun dimulai, diawali oleh pertanyaan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Lalu yg kedua pertanyaan dari Bu Luluk sebagai Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Situbondo. Wah saya merasa bangga dan tersulut semangatnya, karena Bu Luluk begitu semangat dalam menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan. Setelah pertanyaan dari orang ketiga sesi pertama pun ditutup.

Setelah istirahat sejenak, sesi kedua dibuka dengan diawali dengan menanggapi pertanyaan dan masukan dari Kepala Dinas Kesehatan. Nah pada saat ini saya patut berbangga. Bagaimana tidak? Menurut penuturan beliau, Situbondo adalah satu-satunya kabupaten yang memiliki Rumah Pemulihan Gizi (RPG) di Indonesia guys, wow!

Ternyata waktu saya tak kunjung tiba. Penantian kembali terjadi, merasa letih dan bosan menunggu. Hingga akhirnya, saya diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi saya. Tahu ngga teman-teman, ternyata, penduduk Situbondo menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 berjumlah  673.282 jiwa. Sebanyak 199.282 jiwa tercatat sebagai penduduk berusia 0 – 19 tahun, yang mana termasuk kategori anak menurut UU Perlindungan Anak. Jadi, 29,59 % dari total penduduk Situbondo adalah anak-anak. Saya sampaikan hal ini sebagai dasar justifikasi argumen yang akan saya sampaikan. Jumlah yang banyak membuat pemkab Situbondo sudah seharusnya lebih serius dalam memperhatikan isu anak.

Saya sampaikan hal-hal yang dilakukan Forum Anak Situbondo, seperti kegiatan Keliling Destinasi Wisata Daerah (KELANA SADAR). Dalam kegiatan ini, kami kerja bakti bersih-bersih tempat wisata, mensosialisasikan hak-hak anak, serta bermain bersama anak-anak sekitar tempat wisata. Kami ingin agar kegiatan ini bisa difasilitasi dalam Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) maupun Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) terkait, dalam hal ini Dinas Pariwisata. Hal ini bertujuan agar KELANA SADAR dapat menjangkau lebih banyak anak Situbondo dan bisa berkunjung ke destinasi wisata yang berada di pelosok daerah Situbondo, seperti Taman Nasional Baluran, Padang Rumput Sikasur, dsb.

Nah, yang terpenting, saya sampaikan "kegalauan" anak Situbondo soal nasib program Kabupaten Layak Anak yang tidak kunjung didapatkan oleh daerah kami. Padahal, kami melaunching Situbondo menuju Kabupaten Layak Anak pada tahun 2011, tujuh tahun yang lalu. Namun sayangnya hingga evaluasi KLA tahun 2017 lalu, Situbondo belum berhasil mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak. Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, terdapat 27 kabupaten/kota yang menyabet gelar KLA. Sedangkan terdapat 11 kabupaten/kota yang belum berhasil meraih predikat KLA, salah satunya adalah Situbondo.
 
Forum Anak berharap pemkab dapat mendorong pihak swasta seperti sektor perbankan untuk terlibat aktif dalam mendukung KLA melalui CSR nya. Saya selaku wakil anak Situbondo mendukung penuh upaya pemkab untuk mendapatkan predikat KLA demi terpenuhinya hak-hak anak untuk masa depan daerah yang lebih baik.

Setelah saya selesai menyampaikan aspirasi kami, peserta diskusi memberikan tepuk tangan yang meriah. Wah saya merasa perjuangan saya tidak sia-sia. Setelah itu saya dengar dan lihat Ibu ketua penggerak pkk, istri dari Pak Bupati, memberi dukungan penuh pada Forum Anak. Beliau turut memberikan pressure kepada lintas sektor OPD untuk menindaklanjuti aspirasi kami tadi.

Nah itulah sepenggal pengalaman saya sebagai perwakilan Forum Anak Kabupaten Situbondo. Kalian bisa melihat video penyampaian aspirasi kami di https://youtu.be/mHxliZzXUAA
Sekian dari saya, terima kasih.
Wassalamualaikum ww.
Source :
Kiriman Lainnya