Guna Tingkatkan Literasi, Forum Anak Situbondo selenggarakan Pelatihan Majalah Anak

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : Dokumentasi Forum Anak Situbondo

Sudah menjadi rahasia umum bahwa minat membaca di Indonesia tergolong rendah. Banyak dari kita lebih suka untuk melihat/menonton tayangan, baik itu di televisi maupun di internet. Lebih-lebih bila disuruh menulis. Aduhhh... makin suram ekspresi wajah yang akan ditunjukkan. Berbeda halnya ketika kita diminta untuk berkomentar, maka tanpa ba-bi-bu rentetan kata akan terucap bagai berondongan peluru senapan mesin.

Memperhatikan fenomena tersebut, tidak heran bila daya saing bangsa kita, - dengan sesama negara anggota ASEAN, misalnya - menjadi jauh tertinggal. Betapa tidak, membaca sebagai jendela dunia dan menulis sebagai pengasah nalar kita hanya menjadi pajangan usang belaka. Nampak kurang adanya upaya serius yang hadir di tengah-tengah kita untuk mengubah keadaan buruk ini. Hingar-bingar politik, carut-marut proses penegakan hukum, serta rutinitas harian kita senantiasa membelenggu diri ini.

Berangkat dari latar belakang itu, Forum Anak Situbondo dengan perantaraan Dinas P3A Situbondo menyelenggarakan Pelatihan Penulisan bagi Pengelola Majalah Anak di Situbondo. Forum Anak ingin berperan dalam upaya penyadaran kolektif akan pentingnya membaca dan menulis di kalangan "Kids Jaman Now". Peserta kegiatan ini sebanyak 40 orang yang merupakan pengurus jurnalistik/majalah anak di SMP, SMA, dan Komunitas anak terpilih di Situbondo. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Desember 2017 bertempat di Ruang Baluran Lantai 2 Setdakab Situbondo. Berkenan hadir dalam acara ini Pak Edy Supriyono selaku Kabiro Jawa Pos Radar Situbondo sebagai narasumber.

Dalam penyampaian materinya, Pak Edy menekankan bahwa menulis kreatif itu merupakan hasil dari proses berulang-ulang. Tekanan-tekanan dari pelbagai sumber dapat dijadikan sebagai lecutan untuk menghasilkan karya tulis yang baik. Di samping itu, beliau juga menyampaikan bahwa manusia yang paling beruntung adalah mereka yang bisa mendapatkan penghasilan dari apa yang mereka sukai (hobi atau kegemarannya). Seperti halnya Pak Edy yang telah secara mandiri menghidupi diri dari tulisannya sejak duduk di bangku SMA. Banyak motivasi dan juga tips yang dibagikan kepada para peserta pelatihan.

Dan akhirnya, kami ingin kegiatan ini tidak menjadi sebuah kegiatan biasa yang dilaksanakan semata-mata untuk menggugurkan kewajiban. Kami merasa jenuh dengan acara demi acara, rapat demi rapat, sosialisasi demi sosialisasi, FGD demi FGD yang dilakukan namun kurang berkontribusi nyata pada perubahan yang kami dambakan : yakni meningkatnya budaya literasi anak yang menunjang kesadaran anak akan hak dan kewajibannya. Forum Anak Situbondo akan terus berusaha agar jurnalistik/majalah anak di Situbondo dapat bertahan melawan deru globalisasi.

Sekian cerita kami dari Tanah Baluran di timur Jawa.
Terima Kasih, dan sampai jumpa di cerita kami selanjutnya!




 
Source : Dokumentasi Forum Anak Situbondo
Kiriman Lainnya