• 13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
Oleh Aghnina Wahdini, Founder TGR

Halo Anak Indonesia!
Tahukah kamu bahwa 70% anak di Asia Tenggara lebih senang memainkan game melalui perangkat mobile daripada bermain di luar ruang bersama teman-temannya? Bagaimana menurut kalian? Apakah hal ini baik atau justru kebalikannya?
 
Aku Nina, mahasiswa semester 5 di Jakarta. Jujur, aku merasa prihatin dengan kondisi anak-anak generasi milenial yang cenderung individualis dan tidak kenal atau mengenali budayanya sendiri, termasuk permainan tradisional. Mereka justru lebih asyik bermain dengan gadget-nya (gawai).
 
Ada sebuah video yang kusaksikan di YouTube berjudul Advertising Association of Thailand. Menurutku ini adalah salah satu dari Public Service Advertisement (PSA: Iklan Layanan Masyarakat) yang semata-mata bertujuan memberi edukasi kepada publik yang menyaksikannya dengan konten singkat yang dipaparkannya.
 
Video tersebut memperlihatkan sepasang suami-istri yang ingin memberikan perangkat tablet baru untuk anaknya karena banyak games di dalamnya. Mereka berpikir games dapat menjadi teman bagi sang anak. Akan tetapi, ketika mereka akan membelinya sang sales person menanyakan, “Untuk siapa tablet itu?”
 
“Untuk anak kami,” jawab pasutri itu. Ditanyakan lebih lanjut, ternyata sang anak baru berusia 5 tahun.
 
Apa yang dilakukan sang sales person? Tablet yang berada di tangan sang ayah diambilnya seraya berkata, “tunggulah 7 tahun lagi untuk membelikannya tablet.”
 
Tentu saja pasutri itu kaget dan kebingunan. Mengapa harus menunggu 7 tahun lagi agar dapat membelikan gawai untuk anaknya? Tanpa keraguan sang sales person menjawab, “Usia wajar anak dapat menggunakan gawai adalah 12 tahun. Ketika dia (anak) masih kecil, ia membutuhkan kalian untuk berbagi kehangatan, cinta, cerita dan waktu. Usia 5 tahun adalah waktu yang tepat untuk menjadi sahabat bagi anak dan bermain serta menyelami kepribadian anak. Waktu dan kasih saying orang tua jauh lebih berharga daripada tablet ini. Oleh sebab itu, sebelum ia (anak) ‘rusak’ karena gawai, dampingi dan ajari ia menggunakan gawai dengan bijak.”
 
Percaya diri dan keyakinan tak luput dari setiap kata yang dilontarkan sang sales person. Mendengar perkataannya, sang orang tua kemudian berpikir ulang akan membelikan tablet untuk anaknya. Pengertian coba diberikan kepada sang anak dan mereka pun pulang sambil merenungi perkataan dari sales person tersebut.
 
Bagiku ada simpulan dan pelajaran yang dapat dipetik dari video singkat, yakni masa kecil adalah masa yang indah. Masa kecil adalah masa mempelajari hal-hal baru dan mendapatkan kasih sayang baik dari orang tua maupun teman. Oleh sebab itu, pergunakanlah waktumu sebaik mungkin untuk dapat membagi kebahagiaan bersama orang terkasih. Gunakan gawai sebijak dan sebaik mungkin untuk menanggulangi dampak negatif gawai pada anak. Ayo bersama-sama melestarikan permainan tradisional karena permainan tradisional tidak kalah menarik dengan permainan yang ada di gawai.
 
Ayo anak-anak Indonesia,
Lupakan Gadgetmu, Ayo Main di Luar!
 
Video dapat disaksikan di:

 
Sumber Gambar :
Kiriman lainnya
Kiriman Forum Anak LOTIM