FABT Akkarena

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : Dokumen Pribadi

AKKARENA yang artinya bermain, dalam bahasa daerah Makassar. Bermain bersama anak-anak dengan menggunakan permainan tradisional Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini bertujuan untuk tidak melupakan permainan tradisional yang sudah ada di Kabupaten Bantaeng meskipun kita saat ini berada di zaman yang semakin modern.

Minggu pagi adalah waktu yang kami pilih untuk melaksanakan kegiatan kami karena pada hari itu banyak anak-anak berolahraga dan menikmati sejuknya Kabupaten Bantaeng di Anjungan Pantai Seruni Bantaeng.

Kami melaksanakan kegiatan ini karena kami sangat ingin bermain-main dengan anak-anak Bantaeng melalui permainan tradisional. Akhirnya kegiatan yang dinanti-nanti ini bisa dialksanakan. Kami mempersiapkan kegiatan ini dengan semaksimal mungkin agar anak-anak dapat merasakan indahnya bermain permainan tradisional.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 06.50 WITA, sambil menikmati udara sejuk di kawasan Pantai Seruni saat itu. Kami memilih tanggal 20 November 2016 untuk melaksanakannya. Permainan yang kami mainkan yaitu ada permainan Longga’ (Engrang), Bola Bekel (Softball), bakiak, dan bom-bom. Sasaran kami yaitu untuk pengurus Forum Anak Butta Toa, tetapi selain pengurus Forum Anak Butta Toa, juga ada banyak anak-anak lainnya yang ikut bermain bersama kami. Kami melaksanakan kegiatan ini mulai dari pukul 06.50 sampai pukul 10.00 WITA. Keseruan dari permainan ini menarik perhatian bagi anak-anak Bantaeng untuk ikut juga bermain permainan
tradisional.

Kegiatan ini juga merupakan kegiatan sosialisasi, tetapi sosialisasi yang langsung “menyentuh” ke anak-anak. Dengan bermain bersama, maka anak-anak juga bisa tahu apa saja permainan tradisional yang ada di Kabupaten Bantaeng, Hal ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak Bantaeng bahwa walaupun kita berada di zaman yang serba modern, kita juga tetap harus melestarikan permainan tradisional yang ada. Hal ini berdampak pula untuk masa depan, agar di sepanjang masa, permainan tradisional tidak pernah hilang namanya, tetapi justru semakin berkembang di dunia anak-anak.

Tentu saja kami selalu berharap oleh semua generasi yang akan meneruskan bangsa ini agar tidak pernah melupakan permainan tradisional, agar kebudayaan kita tetap ada, tidak luntur dimakan globalisasi. Kegiatan yang kami lakukan meman cukup sederhana yaitu hanya bermain permainan tradisional bersama anak-anak Bantaeng, tetapi itu secara langsung tersimpan dimemori anak-anak yang ada saat itu untuk mengingat akan adanya permainan tradisional yang jangan sampai dilupakan. Juga kepada pemerintah untuk tetap menjaga kebudayaan ang ada di Bantaeng agar ada yang diceritakan untuk anak cucu dimasa depan, agar ada yang menjadi bukti bahwa Indoneia mempunyai segudang kebudayaan yang harus diketahui oleh semua pihak.

 
Source : Dokumen Pribadi
Kiriman Lainnya