Cerita Anak-Anak di Simpang Jalan

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : google.com

Kisah Anak-Anak di Simpang Jalan

Halimah;
Aku tak perlu bertanya kepada tuhan
Mengapa harus terlahir menjadi anak
Aku lupa siapa ibu, dan mustahil siapa ayah
Perut ini hanya berharap kepada lampu merah
Bukan dari bau harum restoran penjual ayam
Hanya subungkus nasi dan gulai pucuk ubi
Aku bisa tertawa dan bernyanyi

Togar;
Kami anak-anak yang mengaduh kepada pintu
Milik mereka yang berhenti melepas kesal
Di kemacetan dan hiruk pikuk kota
Kami anak-anak yang besar dengan debu dan polusi
Mendarah daging agar tahan banting
Menjadi selimut dari dinginnya malam yang semraut
Kami anak-anak yang hanya memilih hidup atau mati, disiksa atau bekerja
Dan kami adalah anak-anak yang terpisah rindu
Sebab bertahan adalah doa-doa ibu yang entah ada dimana

Fauzan;
Bagi kami harapan adalah buih lautan
Ribuan, mengalir, tanpa arah untuk berlabuh
Mengambang, lalu hilang begitu saja
Nasib membuat kami lupa cara berjalan seperti mereka
Memakai seragam putih tiap Senin pagi
Ah, mata ini pun telah buta sebab si lelaki
Untuk apa kami menulis dan membaca
Biar saja dunia yang membaca kehidupan kami
Menuliskannya menjadi rasa simpati

Sarah;
Aku dan adik hanya berpelukan
Mengapa ayah terlantarkan?
Lihatlah, tangan adik yang kurus
Hanya meraba-raba sampah dan tanah
Tak ada cinta seperti rumah mereka
Matahari hanya sinis menjilat muka adik
Menyisakan peluh berbau asam di badan
Ayah, kakak berkerudung merah itu datang
memberi coklat berbungkus kasih sayang

Source : google.com
Kiriman Lainnya