BERMAIN DI PULAU DUA BENUA - FORUM ANAK NUNUKAN

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : forum anak nunukan

BERMAIN DI PULAU DUA BENUA

Hallo anak Indonesia! Kami dari Forum Anak Nunukan ingin berbagi cerita nih tentang kegiatan kami di pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Kenapa kami sebut pulau sebatik sebagai pulau “Dua Benua” ? tak lain karena pulau ini dibagi kedalam dua kekuasaan pemerintahan negara yang berbeda, Yups! Apalagi kalau bukan Indonesia dan Malaysia.

Dua hari sebelum berangkat ke pulau sebatik, kami sudah memberitahukan ibu Mardiana, pembina Forum Anak Nunukan saat itu, kalau kami akan berkunjung ke pulau sebatik untuk melakukan sosialisasi perlindungan dan hak anak. Pada Jum’at pagi Jay ditelpon oleh ibu Mardiana dan mendapat informasi bahwa SD Negeri 014 Sei Nyamuk siap menerima kedatangan kami disana, yeeaayy!

Sore ini, Jum’at, 12 Februari 2016 Saya, Jay, Henokh, dan Aisyah berkumpul dirumah Nurhadiah untuk membahas apa-apa saja yang diperlukan untuk kegiatan sosialisasi besok. Tak lupa kami menyusun rundown kegiatan kami diantaranya temu sapa dengan siswa SMA Negeri 1 Sebatik Tengah dan Kunjungan ke Sekolah Tapal Batas.

Sabtu sore, tanggal 13 Februari 2016 saya, Jay, Nurhadiah, Henokh, dan Aisyah berkumpul di Pelabuhan Fery Nunukan Selatan. Kami menunggu keberagkatan ketinting yang akan kami gunakan menuju pulau sebatik selama hampir satu jam, saat ketinting sudah siap untuk berangkat kami turun ke jembatan dan masuk kedalam ketinting.

Pukul 16.45 mesin ketinting telah dinyalakan tanda kami akan berangkat menuju pulau sebatik, wajah kami semringah kesenangan setelah menunggu begitu lama di sore ini. Setelah lima belas menit perjalanan diatas gelombang akhirnya kami tiba di dermaga Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat, dermaga yang berjembatankan kayu ini memang menjadi salah satu pusat kedatangan bagi warga yang hendak ke pulau sebatik.

Setelah tiba di pulau sebatik, kami masih harus melanjutkan perjalanan ke rumah ibu Mardiana karena ibu Mardiana saat ini berada di pulau sebatik. Kami menaiki taksi selama satu jam lebih hingga akhirnya tiba di kediaman ibu Mardiana di Kecamatan Sebatik Utara. Setelah sampai kami mandi secara bergantian dan beristirahat sebentar. Setelah itu kami pergi ke salah satu warung makan terdekat untuk mengisi perut yang sudah keroncngan selama perjalanan tadi hehehee....

Setelah sholat maghrib kami dijemput oleh Alfin, anggota Forum Anak Nunukan yang berdomisili di Kecamatan Sebatik Utara. Kami berpamitan dengan ibu Mardiana dan pergi ke rumah Alfin. Setelah sampai dirumah Alfin kami istirahat sambil menunggu sholat isya. Setelah sholat isya Saya, Jay, Nurhadiah, Henokh, Aisyah, dan Alfin pergi ke Pantai Sei Taiwan tempat sosialisasi karena adik – adik dari Gerakan Pramuka SD Negeri 014 Sei Nyamuk sedang melaksanakan kegiatan persami disana.

Kami menggunakan mobil pick up milik Alfin yang dikemudikan oleh supirnya. Ditengah perjalanan menuju pantai kami singgah disebuah mini market untuk membeli beberapa snack buat adik – adik disana. Saat kami tiba di pantai terlihat dari kejauhan adik – adik yang menggunakan seragam pramuka sedang bermain. Saat kami sampai ditempat adik – adik itu kami disambut dengan yel – yel selamat datang yang tentunya menbuat kami senang.

Kami memperkenalkan diri satu per satu dan langsung melakukan sosialisasi tentang perlindungan dan hak anak. Tak lupa kami menggelorakan tepuk hak anak dan membagikan snack yang kami beli kepada adik – adik sehingga suasana malam ini semakin riang. Setelah selesai kami melakukan temu sapa dengan siswa SMA Negeri 1 Sebatik Tengah yang saat itu mengadakan kemah di pantai yang letaknya tak jauh dari tempat persami adik – adik tadi.

Keramahan sudah tampak saat kami tiba di area perkemahan mereka, kami dibentangkan terpal untuk tempat duduk. Kami memperkenalkan diri satu sama lain dan bercerita tentang Forum Anak dan Permasalahan Anak yang terjadi disekitar mereka.

Ada hal lucu terjadi saat Henokh memberi motivasi ditengah perkumpulan ini, semua orang merundukkan kepala dan terisak sambil mendengarkan motivasi Henokh, akan tetapi rupanya air mata yang keluar dari mata kami itu tidak sepenuhnya karena hal yang Henokh ceritakan melainkan karena asap ayam  yang dibakar. Heheheee... tetapi memang motivasi yang diberikan Henokh memberi semangat bagi kami semua yang berkumpul malam itu.

Jam tanganku saat ini menunjukkan pukul 01.00 wita, kami harus segera pulang kerumah Alfin. Saat mobil mulai berjalan di pesisir pantai yang gelap gemerlap ini terlihat dari kejauhan sebuah kota yang terang benderang dengan gedung-gedung tinggi dan lampu jalan yang menghiasinya, yakni kota Tawau di Sabah, Malaysia. Perbedaan yang cukup kontras diperbatasan Indonesia – Malaysia ini.
 
Setibanya dirumah Alfin kami tidak langsung tidur, kami berbincang – bincang satu sama lain, entah kenapa kami tidak mengantuk setelah melewati agenda yang cukup panjang hari ini. Mungkin karena ada rasa rindu diantara kami anggota Forum Anak Nunukan yang berbeda pulau dan jarang bertemu.

Pagi ini saya, Jay, Alfin, Henokh, Aisyah dan Nurhadiah pergi ke Pelabuhan Sebatik, pelabuhan dengan jembatan terpanjang di Provinsi Kalimantan Utara. Kami kesana menggunakan sepeda motor karena jaraknya yang cukup jauh dari rumah Alfin. Setelah itu kami kembali ke rumah.

Pukul 10.00 wita kami berpamitan dengan orang tua Alfin karena akan pulang ke Nunukan hari ini. Sebelum pergi ke rumah ibu Mardiana kami menyempatkan untuk bermain kembali dengan adik – adik SD Negeri 014 Sei Nyamuk di pantai Sei Taiwan. Aksi Alfin yang memimpin permainan sipo – sipo dengan adik – adik  menjadi perhatian bagi para masyarakat yang berlibur ke pantai Sei Taiwan pagi ini. Setelah itu kami menyempatkan untuk foto bersama.

Pukul 12.00 kami melanjutkan perjalanan menuju sekolah tapal batas yang berada di Sebatik. Menaiki mobil pick up dibawah teriknya matahari kami menempuh perjalanan selama tiga puluh lima menit untuk sampai di sekolah ini. Kami membawa aneka snack dan minuman yang sudah kami siapkan untuk dibagikan kepada adik – adik kami di STB ini.

Namun saat kami tiba ternyata adik – adik siswa STB ini sedang tidak berada di tempat, mereka di jemput oleh orang tua mereka saat sabtu sore dan diantar kembali pada minggu sore. Hal ini dapat kita maklumi karena orang tua dari siswa di STB ini kebanyakan berprofesi sebagai TKI yang di wilayah Sebatik Malaysia yang hanya bisa mengambil waktu bersama keluarga saat hari libur tiba,  akhirnya kami hanya menitipkan snack dan minuman yang kami bawa kepada dua orang guru di STB

Kami pun melanjutkan perjalanan pulang, Jay ditelpon oleh ibu Mardiana dan mendapat info bahwa ibu Mardiana menunggu di pom bensin dengan taksi yang telah di carter, kamipun langsung menuju pom bensin. Setelah tiba di pom bensin saya, Jay, Nurhadiah, Henokh, dan Aisyah bersalaman dengan Alfin karena harus berpisah saat itu juga.

Pukul 15.00 kami berlima beserta ibu Mardiana pulang ke Nunukan  melewati dermaga Desa Bambangan. Wajah kami tetap memancarkan senyum dan semangat walau kegiatan hari ini begitu menguras waktu dan tenaga.

Kegiatan sosialisasi dan bermain yang kami lakukan saat itu akhirnya memiliki dampak yang positif dimana masyarakat dan siswa SD hingga SMA mulai mengenal keberadaan Forum Anak Nunukan yang bisa dibilang baru berumur jagung. Tanggal 15 Juni 2017 ini, akan dibentuk Forum Anak tingkat Kecamatan yang tersebar di  lima kecamatan di pulau sebatik. Kami Forum Anak Nunukan siap menjadi Pelopor dan Pelapor di beranda terdepan NKRI ini
Source : forum anak nunukan
Kiriman Lainnya