Belajar dari Jejak Najwa Shihab

  • AWESOME!13
    • 7
    • 5
    • 4
    • 1
    • 0
sumber gambar : google.com

Diantara teman-teman, siapa sih yang tidak mengenal Najwa hihab? Ya, beliau adalah seorang  jurnalis dan  juga menjadi tuan rumah di salah satu program pertelevisian di Indonesia, yaitu Mata Najwa. Disamping seorang presenter, ia juga mendapat gelar Duta Baca Indonesia loh. Keren yah!

Pada awalnya, Satria sendiri hanya mengenal namanya saja, tidak mengenal rekam jejak beliau. Hingga pada suatu hari, ketika Satria sedang iseng membuka halaman instagram Najwa Shihab, ternyata ia adalah seorang Duta Baca Indonesia periode 2016-2020. Hal ini sontak membuat Satria kagum terhadapnya. Kekaguman Satria berawal dari keprihatinan Satria ketika mengetahui bahwa data statistik dari UNESCO membuktikan bahwa literasi di Indonesia masih sangat rendah, yaitu 60 dari 61 negara dengan literasi rendah. Ketika mengetahui bahwa Najwa Shihab adalah seorang Duta Baca Indonesia, membuat Satria menggali dalam tentang siapa beliau.

Setelah menggali lebih dalam, ternyata beliau juga seorang presenter di program Mata Najwa. Namun, pada saat itu Mata Najwa telah berhenti dari salah satu stasiun televisi sehingga membuat Satria hanya dapat melihat episode-episode programnya melalui Youtube. Ketika mengikuti episode-episodenya, ternyata program ini mengangkat isu-isu politik. Namun kini, Mata Najwa kembali hadir. Membuat kita dapat belajar dan mengikuti kembali dunia perpolitikan di Indonesia dan kembali melihat Najwa Shihab di kanca pertelevisian Indonesia.

Cara Najwa Shihab membawakan program ini membuat Satria mencintai mengamati dunia perpolitikan di Indonesia. Beliau membawakannya dengan cara menilai isu yang dibawakan dengan berbagai sudut pandang yang berbeda, sehingga tidak berpegang teguh dengan satu asumsi saja. Mengajarkan kita untuk tidak begitu mudah menilai suatu objek dari satu sisi saja, melainkan harus dinilai dari berbagai sisi. Disamping menilai objek tidak dari satu sisi, ia juga memiliki pola pikir yang kritis. Semua hal yang ia lakukan lantas membuat ia menuai banyak prestasi dan penghargaan. Juga nyatanya, sejak SMA ia telah menjadi siswa yang berprestasi. Dengan dibuktikannya ia terpilih menjadi siswa pertukaran pelajar ke Amerika Serikat melalui program AFS pada tahun 1994.

Dengan caranya, Najwa Shihab dapat mengajak masyarakat untuk semakin berpikir kritis. Juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam mengamati para politisi yang terkadang mungkin menuai kontroversi dan harus dibenahi. Itulah cara Najwa Shihab mengabdi kepada negeri dengan caranya sendiri. Yuk, kita sebagai masyarakat Indonesia mengabdi kepada negeri dengan cara kita sendiri. Jangan rindu melulu, berat. Hehe.
 
 
Source : google.com
Kiriman Lainnya