Oleh : Uiaciel
Kategori : Berita Anak

Jakarta, Gerakan Muda Framework Convention Tobacco Control (FCTC) menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menyampaikan keberatannya terhadap keterlibatan industri rokok dalam pembangunan dua Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Barat. Para pemuda ini menolak bila pembangunan RPTRA menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan rokok melalui anak perusahaannya.

Saat menemui Gubernur Ahok di Balaikota DKI tadi pagi, Citra Demi Karina, mewakili Gerakan Muda FCTC menyampaikan dukungan kepada Pemda DKI yang sudah membangun sejumlah RPTRA di Jakarta. Namun, Citra mempertanyakan mengapa Pemda DKI tetap bekerja sama dengan anak perusahaan rokok, PT Bli-bli.com, dalam bentuk penggunaan dana CSR, untuk membangun dua RPTRA di wilayah Jakarta Barat, yakni RPTRA Kedoya Utara dan RPTRA Krendang.

"Dengan kerjasama dana CSR tersebut, PT Bli-bli.com akan mendapat kompensasi berupa pemasangan logo, gambar, atau apapun bentuknya, yang menunjukkan bahwa RPTRA tersebut dibangun atas bantuan perusahaan tersebut," kata Citra usai pertemuan dengan Gubernur Ahok di kantornya, Jakarta, Selasa (9/11).

Citra mencontohkan, dua RPTRA yang sedang dibangun di Jakarta Barat sudah dipasang papan nama anak perusahaan rokok. Sehingga, untuk membersihkan RPTRA dari segala bentuk iklan dan promosi terkait rokok, perusahaan rokok dan anak perusahaan rokok, Gerakan Muda FCTC meminta Pemda DKI menurunkan papan nama PT Bli-bli.com dari lingkungan RPTRA.

Menghadapi permintaan tersebut, Ahok menyatakan bahwa Gerakan Muda FCTC tidak boleh berpikir sempit. Sebab, menurut Ahok, PT Bli-bli.com hanyalah anak perusahaan PT Djarum, sehingga ia tidak bisa dikategorikan sebagai perusahaan rokok. Karena itu Ahok menolak permintaan Gerakan Muda FCTC untuk menurunkan papan nama PT Bli-bli.com dari lingkungan RPTRA.

Citra yang ditemui seusai menyampaikan aspirasi Gerakan Muda FCTC, menyatakan, walaupun Gubernur Ahok telah menolak permintaan mereka untuk menurunkan papan nama PT Bli-bli.com dan menganggapnya hanyalah anak perusahaan PT Djarum, mereka akan tetap berjuang.

Gerakan Muda FCTC dan Forum Anak akan tetap memperjuangkan supaya ke depan pemerintah daerah tidak lagi bekerjasama dengan perusahaan rokok dan anak-anak perusahaannya dalam membangun RPTRA,” kata Citra.

Menurut Citra, sebagai taman bermain anak yang menjadi salah satu kawasan tanpa rokok, RPTRA seharusnya steril dari iklan, promosi dan sponsor rokok termasuk bentuk kerjasama CSR dengan perusahaan rokok. Karena RPTRA sejatinya difungsikan sebagai taman bermain anak dan sarana tumbuh kembang, yang menjadi salah satu prasyarat untuk menjadikan Jakarta sebagai Kota Layak Anak.

Karena itu, ia bersama teman-temannya dari Gerakan Muda FCTC dan Forum Anak akan tetap memastikan bahwa semua RPTRA di wilayah DKI Jakarta memasang tanda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan mengawasi implementasi Kawasan Tanpa Rokok tersebut supaya RPTRA betul-betul menjadi tempat yang ramah anak.

Citra, yang juga aktivis Forum Anak Jakarta, sebelumnya pada 1 September 2015, berkirim surat kepada Gubernur Ahok untuk mempertanyakan perihal kerja sama pembangunan RPTRA dengan perusahaan rokok. Saat ini, dua RPTRA yang dibiayai dari dana CSR anak perusahaan rokok sedang dalam proses pembangunan.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta akan menyelesaikan pembuatan 54 RPTRA hingga Desember 2015, dan akan membangun tambahan 150 RPTRA pada 2016. Pembangunan RPTRA pada 2015 tidak menggunakan dana APBD DKI Jakarta, melainkan memakai dana CSR dari beberapa perusahaan. Sebagai kompensasi atas dana CSR, perusahaan yang membangun RPTRA dipersilahkan menuliskan namanya di RPTRA

Suara Pembaruan

Dina Manafe/FMB

SHARE!

Uiaciel Terverifikasi

"Founder Statusfan.com, Anak muda yang aktif berkegiatan dan berbagi dengan anak-anak indonesia. Pengusaha Kaos Sablon Satuan, @Kaoskerenid"

Follow


185 Mading


Web Designer untuk ISBANBAN

Kategori : Berita Anak