Oleh : FA Kota Pasuruan
Kategori : Stop Pernikahan Dini

Pernikahan adalah penyatuan dua insan manusia menjadi satu pasangan secara norma, agama, dan hukum yang berlaku di masyrakat. Berbagai cara pandang masyarakat muncul mengenai pernikahan, keberagaman cara pandang ini berdasarkan atas budaya pemikiran yang berkembang di sekitar lingkungan masyarakat itu sendiri.

Pada zaman dahulu menikah diusia muda adalah pencapaian yang sangat baik, karena mereka dianggap dapat menggunakan waktu mudanya untuk mengabdi sebagai seorang istri dan menggunakan tenaga mudanya untuk merawat anaknya kelak. Namun, seiring berkembangnya zaman dan pemikiran manusia tentang segala hal termasuk di dalamnya pernikahan, mereka mulai berpikir tentang pendewasaan usia perkawinan yang dilakukan untuk kebaikan anak dimasa yang akan datang. Pernikahan usia anak merupakan topik yang sedang hangat diperbincangkan hingga saatini, karena sebgaian pihak ada yang menggap bahwa pernikahan usia anak perlu dipertahankan dan ada pula yang menganggap bahwa perkawinan usia dini saatnya untuk ditinggalkan.

Pernikahan usia anak adalah pernikahan yang salah satu atau kedua orang dari pasangan tersebut masih berusia dibawah 18 tahun. Pernikahan usia anak memang banyak dilakukan dengan alasan untuk menghindari terjadinya penyimpangan seksual, selain itu kesempatan memiliki banyak keturunan yang banyak juga dapat terwujud di usia mereka yang sedang produktif. Perbedaan perasaan dan pikiran setelah pasangan tersebut menikah dengan ketika masih berpacaran sangat berbeda, oleh karena itu secara psikologi anak masih dianggap labil dan rentan terjadinya stres. Di bidang kesehatan pun resiko yang sangat besar saat hamil di bawah 19 tahun dapat terjadi. Pendidikan anak yang masih rendah tentunya juga berpengaruh terhadap kondisi ekonomi kehidupan  keluarga mereka, kurangnya kondisi ekonomi pada pernikahan usia anak sering menimbulkan pertikaian rumah tangga yang berujung pada perceraian.

Aku tinggal di kota kecil yang merupakan bagian dari Provinsi Jawa Timur. Kota Pasuruan, kota yang masih jauh dari hiruk pikuk keramaian kota metropolitan, globalisasi memang sudah terjadi, namun tidak di semua sektor lapisan masyarakat yang ada di kota ini. Bersusah payah dan selalu berusaha melakukan penyebaran globalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan organisasi masyrakat di kotaku untuk pembangunan dan kemajuan kehidupan masyarakat.

Pernikahan dini masih dianggap hal yang biasa oleh sebagaian masyarakat. Hingga pada waktu itu aku mendapat cerita dari teman bahwa ada pasangan yang baru saja menikah dimana usia istrinya masih di bawah 18 tahun. Terkejut dan tidak percaya rasanya, namun bukti foto yang ditunjukkan olehnya cukup membuatku percaya. Namun rasa penasaranku tidak hanya berhenti disini, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi kantor kementrian agama untuk menanyakan kebenaran hal tersebut. Pihak kemenag memberikan jawaban yang cukup mengejutkan, hal tersebut memang benar mereka telah melakukan akad nikah pada tanggal 28 april 2017 dengan nomer akta nikah 0217/56/IV/2017 atas nama Pandu Yudi Putra dan Yuni Agustina.

Dari sini aku mulai berpikir apa yang harus aku lakukan untuk perubahan dan perbaikan kotaku ini. Aku mencoba menghubungi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pasuruan dan Kantor Kementrian Agama Kota Pasuruan agar dapat berkolaborasi memberi ilmu bagi siswa siswi SMA/SMK/sederajat tentang dampak dan hukum yang ada tentang pernikahan usia anak. Jadwal yang memang tidak ada di susunan kerja mereka hingga aku memutar otak agar acara tersebut tetap terlaksana. Akhirnya aku meminta kemenag untuk membuatkan surat dispensasi untuk beberapa perwakilan anak dari beberapa SMA/SMK/sederajat yang ada, untuk dapat menghadiri kantor kemenag dan menerima ilmu tentang pernikahan usia anak. Hatiku diliputi kegelisahan ketika menunggu kehadiran dari pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) di kantor Kementrian Agama Kota Pasuruan. setelah 30 menit acara dimulai ada 3 orang dari kantor DP3AKB yang datang. Penyampaian materi yang disertai dengan dakwah masa kini yang sangat ciamik dari kementrian agama dan penggunaan media boneka pada saat menyampaikan pesan pesan dari pihak DP3AKB sangat menarik minat peserta untuk melihat dan mendengarkan informasi yang disampaikan. Aku mencoba membangun semangat peserta yang hadir agar mereka tak enggan untuk berbicara di muka umum, syukur banyak dari mereka yang bersemangat untuk menanyakan hal-hal lain yang berhubungan dengan pernikahan dini.Terkejut dan bangga rasanya ketika aku diminta untuk berbicara di depan sebagai pelopor adanya acara “pembinaan keluarga sakinah pra nikah” disini aku banyak menyampaikan harapanku kepada anak-anak Kota Pasuruan khususnya menghadiri acara tersebut, aku juga berpesan kepada mereka yang hadir agar mampu menjadi konselor sebaya dengan menyampaikan materi yang telah diterima untuk teman-teman yang ada di sekitarnya. Memang aku masih belum bisa menghilangkan fenomena pernikahan usia anak ini, namun aku dapat menekan jumlah pernikahan anak di Kota Pasuruan.

SHARE!

FA Kota Pasuruan

""

Follow


1 Mading


OGAH AH... KAWIN MUDA, SAYA PENGEN JADI SARJANA

Kategori : Stop Pernikahan Dini

Anak Perempuan Pasti Bisa

Kategori : Stop Pernikahan Dini

Gerakan Tolak Pernikahan Usia Anak

Kategori : Stop Pernikahan Dini

Roadshow Pencegahan Pernikahan Usia Anak

Kategori : Stop Pernikahan Dini