Oleh : Caecilia Ega Sanjaya
Kategori : Cerpen

“Indonesia Raya, Merdeka! Merdeka! Tanahku negeriku yang kucinta,” Seluruh siswa yang berkumpul di lapangan upacara SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta mengumandangkan lagu Indonesia Raya.
Diiringi dengan kelompok paduan suara dan orkestra, lagu Indonesia Raya tersebut mengalun dengan megahnya.
Hari ini, merupakan hari yang cerah. Dengan khidmat, aku mengikuti detik demi detik upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia. Sudah sedari pagi, tanpa lelah aku berdiri demi menghargai jasa pahlawanku.
Hingga upacara selesai, aku tidak langsung meninggalkan lapangan upacara. Kuteriakan tagline pengurus OSIS SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dengan keras.
“OSIS ESPEELSA, dari ESPEEELSA, untuk ESPEELSA! Hey! Hey! Hey! Hey! Hey!”
Ya, hari ini adalah kesempatan bagi kami para pengurus OSIS untuk menjadi petugas upacara. Aku, menjadi seorang pembaca doa.
Sudah sejak kemarin, siswa-siswi SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta atau yang akrab disebut ESPEELSA merayakan kemerdekaan Republik Indonesia.
16 Agustus 2017, hari dimulai dengan bermain games dan lomba-lomba. Terdapat banyak lomba yang pengurus OSIS selenggarakan. Sebut saja lomba voli air, lomba tarik tambang, lomba gobak sodor, lomba balap karung, dan sebagainya.
Setelah puas bermain, para siswa ESPEELSA menuju ke lapangan sepakbola. Tak lupa, membawa sebuah plastik berisi air, bagi murid yang memenangkan games.
Tanpa sadar, seorang guru mendatangi mereka dan meluaplah amarah guru berperawakan tegap itu. Seluruh siswa terduduk dalam diam. Dalam benak mereka, berkecamuk berbagai pertanyaan.
Apa yang terjadi? Mengapa guru tersebut marah? Dan puluhan atau mungkin ratusan pertanyaan lain bercokol di pikiran mereka.
Dan terjawablah pertanyaan mereka ketika guru tersebut mengatakan, “Saya hanya berakting, perang air dimulai!” Kata guru tersebut, sembari melemparkan plastik air milik guru itu.
Seluruh pengurus OSIS melemparkan plastik berisi air berwarna-warni. Baju seluruh siswa ESPEELSA pun berubah warna. Memang, hari itu seluruh siswa sudah diminta untuk menggunakan kaus putih dan celana olahraga.
Tak lupa, bubuk berwarna-warni pun bermunculan dari tempat persembunyian pengurus OSIS. Sembari menyebarkan bubuk tersebut, beberapa pengurus OSIS juga menyalakan smoke bom atau bom asap berwarna merah dan biru.
Berkejar-kejaran dengan ceria, melemparkan air dan bubuk berwarna. Sungguh peringatan kemerdekaan yang menyenangkan.
Kegiatan ini dilakukan untuk merekatkan persaudaraan antarteman. Jika persaudaraan antarteman bisa terjaga, maka Indonesia juga akan semakin bersatu. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
Ditambah pula, aku dan seluruh tim pengurus OSIS ESPEELSA memilih untuk membuat bubuk berwarna dengan lebih dari 5 warna yang berbeda. Untuk apa? Kami tahu, perbedaan adalah hal yang indah. Maka kami membuat 5 warna berbeda untuk menjiwai slogan 'Bhinneka Tunggal Ika.'
Kami ingin berbagi kegembiraan sembari mempererat persaudaraan. Kami ingin mewarnai kemerdekaan dengan warna warni. Kami Indonesia, kami warna warni! Indonesia, merdeka!

SHARE!

Caecilia Ega Sanjaya

"Hai! Aku Caecilia Ega Sanjaya, salah satu penerima anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia 2016 di Mataram, NTB. Aku adalah penulis cilik dan telah menerbitkan 4 buku. Menulis adalah hobiku, 'I can do it (Aku bisa melakukannya)' itulah mottoku."

Follow


4 Mading


Bermain Untukku

Kategori : Cerpen

Harapanku Anak Negeri

Kategori : Cerpen

Kelamku adalah Kamu

Kategori : Cerpen