Sumber gambar : http://facebook.com/wiraga

Dipublis : Mar 6, 2017 - dibaca : 615x
Uneg-uneg Kak Wiraga Ida Bagus Gede, Designer & Ilustrator yang menolak Sponsorship dari Perusahan Rokok!

Oleh : Uiaciel
Kategori : Liputan

Menjadi Seniman berarti generasi Muda diluar sana yang sedang belajar seni akan melihat kita sebagai acuan, bahkan panutan. ini merupakan tanggung jawab besar sosial, begitu isi dari uneg-uneg Kak Wiraga Ida Bagus Gede.

Postingan Uneg-uneg Kak Wiraga menjadi Viral, karena menolak adanya Sponsorship Rokok dalam Acara yang diselenggarakan oleh UrbanGiGs, Kak Wiraga juga menyebutkan bahwa dengan perusahan rokok dengan jeli dan licik menyusupkan dan membuat iklan rokok dengan menggaet musisi, artis, ilustrator muda bahkan olahragawan agar bisa mempengaruhi generasi Muda.

Selain itu, Kak Wiraga juga berpesan dan meningatkan untuk Seniman Senior agar tidak membiarkan seniman/anak muda menjadi target rokok, karena Perusahaan Rokok secara Jelas Mengincar Anak-Anak Muda.

Buat penulis sendiri, sebagai Anak muda yang menyukai Desain dan Ilustrator sangat apresiasi kepada Kak Wiraga, Keren! Semoga Banyak Seniman yang Peduli Akan Generasi Muda, semoga juga Anak muda semakin sadar bahwa kita bisa Keren Tanpa Rokok!.

Berikut Isi dari Uneg-uneg yang diambil dari Status Kak Wiraga.

Sedikit uneg uneg.

Sayang sekali aku harus membatalkan acara ini karena aku baru tahu kalau event ini memakai brand UrbanGiGs (tobacco sponsorship), tahunya dua hari sebelum acara. Sampai sekarang aku masih syok.

Menurutku, menjadi seniman berarti generasi muda di luar sana yang sedang belajar seni akan melihat kita sebagai acuan, bahkan panutan, ini merupakan tanggung jawab besar sosial. Aku gak merokok dan takkan pernah mau terlibat dalam kegiatan apapun yang berujung pada tobacco advertising, akan kujelaskan kenapa.

Perusahaan-perusahaan ini dengan jeli dan licik menyusup dan membuat iklan dengan menggaet musisi, artis dan ilustrator-ilustrator muda dan bahkan olahragawan; orang-orang yang bisa mempengaruhi generasi muda. Ibaratnya, jika mereka aja mengiklankan rokok, berarti mereka merokok dan keren karena rokok. Ini sungguh salah dan menyesatkan. Just to be clear, aku tak melarang siapapun merokok, itu hak setiap individu, apalagi kalau ada seniman yang merasa rokok bagian dari cara berkesenimanan, namun bukan berarti mereka boleh santai membiarkan perusahaan rokok memakai namanya untuk advertisement.
Maksudku gini, sebagai seniman yang senior anggaplah kita bertindak seperti orang tua, apakah kita akan membiarkan anak-anak sendiri tergaet iklan rokok? Tentu tidak. Marketing tobacco industry mengincar anak-anak muda, berinvestasi, membuat mereka customer selamanya. Bagaimana kita menghentikan siklus ini kalau kita membiarkan iklan rokok merajalela?

Berpikirlah dengan bijak dan ke depan, kalau kamu seniman yang kebetulan merokok, kamu harus punya pola pikir "Biarlah bapak aja yang merokok, kamu generasi muda gak boleh, kamu mesti jaga kesehatan sebagai modal meniti mimpi dan karir." Jadilah seniman yang seperti itu.


Sumber : 
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10210566305427991&id=1657009882

SHARE!

Uiaciel


164 Mading