Oleh : Uiaciel
Kategori : Berita Anak

Lentera Anak, 13 Februari 2017. Setelah sebelumnya delapan sekolah di kota Tangerang Selatan dan Kota Bekasi serempak turunkan iklan rokok, hari ini tiga sekolah di Kabupaten Bogor kompak untuk menurunkan iklan rokok di sekitar sekolah, mereka adalah SMPN 1 Bojong Gede, SMP dan SMK Al Basyariah, Bojong Gede, Bogor.

Penurunan iklan rokok disekitar sekolah ini adalah bentuk penolakan siswa, guru serta masyarakat sekitar sekolah terhadap perusahaan rokok yang dengan sengaja meletakkan iklan rokok disekitar sekolah untuk menargetkan anak-anak sebagai perokok pengganti. Ini adalah aksi lanjutan dari berbagai aksi kreatif tolak jadi target yang digelar pada Desember lalu. Selain itu para pelajar ini juga telah mensosialisasikan mengenai penolakannya menjadi target industry rokok sekaligus menggalang dukungan dari siswa dan guru serta masyarakat sekitar sekolah mereka.

Purwadi, guru sekaligus Pembina komunitas Sekolah Sebagai Kawasan Tanpa Rokok di SMPN 1 Bojong Gede menyayangkan banyaknya iklan yang mengelilingi sekolahnya. Menurutnya iklan yang ditempatkan persis di gerbang sekolahnya sangat tidak pantas “anak-anak setiap hari melihat iklan itu, pergi dan pulang sekolah melihat, mereka jadi terpengaruh untuk merokok” ungkapnya.

Tak hanya SMPN 1 Bojong Gede, siswa siswi SMP dan SMK Al-Basyariah kabupaten Bogor juga menurunkan iklan rokok di warung depan sekolahnya. Nurheza, siswa kelas X SMK Al Basyariah sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada warung-warung sekitar sekolahnya bahwa iklan rokok yang ada akan mempengaruhi teman-temannya. Ia bersama teman-temannyapun mengalami penolakan oleh warung lain di sekitar sekolahnya “soalnya warungnya dikasi uang sama orang rokok untuk pasang iklan tiga bulan, makanya mereka menolak”.

Kampanye Tolak Jadi Target merupakan kampanye yang dilakukan oleh Yayasan Lentera Anak bekerjasama dengan 5 Dinas Pendidikan di Indonesia yakni Kota Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor dengan total 90 sekolah dampingan. Dimana berdasarkan hasil monitoring Tim Lentera Anak pada tahun 2016 ditemukan 61 merek rokok yang mengepung sekolah-sekolah di 5 kota ini. Kampanye ini bertujuan untuk melindungi dan memperkuat anak-anak agar mampu menolak menjadi target industri rokok yang dengan sengaja menempatkan iklan rokok di sektar sekolah.

Sekolah dampingan di Mataram hingga Februari 2017 ini bahkan sudah berhasil menurunkan iklan rokok di lingkungan 16 sekolah di Kota Mataram. Sementara Kota Padang akan melakukan penurunan iklan rokok di sekitar sekolah pada bulan Maret setelah sebelumnya mendapat dukungan penuh dari Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah pada awal Februari lalu. 

Iklan rokok terbukti memiliki pengaruh kuat pada anak untuk mulai merokok. Sebagaimana disebutkan dalam hasil studi Komnas PA dan UHAMKA pada tahun 2007, sebanyak 46,3% anak mengaku terpengaruh merokok karena melihat iklan rokok. Kampanye Tolak Jadi Target ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran kritis siswa, guru dan seluruh elemen masyarakat untuk menolak jadi target industri rokok yang semakin hari, senakin gencar menargetkan anak-anak sebagai konsumen mereka.

SHARE!

Uiaciel Terverifikasi

"Founder Statusfan.com, Anak muda yang aktif berkegiatan dan berbagi dengan anak-anak indonesia, Fasilitator Forum Anak Nasional"

Follow


180 Mading


Web Designer untuk ISBANBAN

Kategori : Berita Anak

Yuk Bertanya #JokowiMenjawab

Kategori : Berita Anak