Oleh : Uiaciel
Kategori : Karya Tulis

Monumen Nasional atau yang lebih populer disebut Monas adalah monumen yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintah kolonial Hindia Belanda. Bagi masyarakat Jakarta, Monas adalah salah satu Ikon Kota Jakarta dan sering kali dijadikan sebagai tempat wisata atau hanya sekedar tempat bersantai.

Hari Sabtu sore dengan suasana mendung, saya mengunjungi Monas. Saya masuk melalui Gerbang barat yang terletak tepat di depan Istana negara. Saat melewati pintu masuk, saya langsung melihat pemandangan luasnya kawasan monas yang tertata dengan rapi dan juga bersih. Taman-taman di pinggir jalan juga terlihat terawat, karena rumputnya begitu rata dan hijau. Ada juga rumput yang diberi pagar pembatas agar pengunjung Monas tidak menginjaknya.
 
Masuk lebih jauh ke dalam kawasan monas, saya disambut dengan suara kicau kawanan burung yang berterbang saling kejar-kejaran hinggap dari satu pohon ke pohon lain. Saya juga melihat beberapa burung di sepanjang jalan menuju tugu Monas.
 
Mereka adalah kawanan burung gereja dan burung perkutut. Burung gereja kebanyakan memiliki tubuh yang mungil sekitar 12cm, berwarna kecoklatan dan juga hidup dalam koloni. Dibeberapa makalah ditemukan fakta menarik tentang burung gereja, seperti dalam jurnal karya Swaileh KM dan Sansur R dari Dept. of Biology and Biochemistry, Birzeit University yang meneiti berapa banyak konsentrasi logam dalam perut burung gereja  menyatakan keberadaan burung gereja bisa menjadi indikator tingkat polusi suatu wilayah, maka semakin banyak burung gereja di suatu wilayah semakin kecil kadar polutannya. 
 
Sedangkan, burung perkutut memiliki warna tubuh didominasi corak warna coklat dan mempunyai ekor yang agak panjang. Selain itu, ciri khas burung perkutut adalah warna merah muda pada kakinya. Burung-burung perkutut ini sungguh membuat suasana sore hari di Monas menjadi sejuk dan nyaman.
 
Akhirnya tak sampai jauh saya melangkah menuju tugu Monas, saya memilih duduk dan bersantai menikmati suasana yang ada, saya bersyukur karena masih bisa menikmati kicauan burung yang begitu menenangkan hati dan pikirian di tengah kebisingan ibukota Jakarta. 
 
Hingga hari semakin sore dan hujan mulai turun, saya berlari dengan cepat menuju pintu keluar monas agar tidak terkena hujan, namun karena tak ada tempat berteduh akhirnya saya pulang kehujanan.

SHARE!

Uiaciel Terverifikasi

"Founder Statusfan.com, Anak muda yang aktif berkegiatan dan berbagi dengan anak-anak indonesia."

Follow


182 Mading


Anak Kepri Memaknai Sumpah Pemuda

Kategori : Karya Tulis

Kids Jaman Now

Kategori : Karya Tulis

CINTA SEPOTONG ROTI JALA

Kategori : Karya Tulis

MARTABAK MANIS RASA PATAH HATI

Kategori : Karya Tulis