Oleh : Tika Nurkholifa Karawang
Kategori : Lingkungan

Hingga kini, negara – negara di dunia termasuk Indonesia, membutuhkan energi dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti batu bara, minyak, dan gas. Pertambangan adalah salah satu pemanfaatan sumber daya alam yang sampai sekarang merupakan salah satu penyumbang devisa paling besar untuk negara.
Batu bara termasuk tidak ideal untuk dijadikan energi karena, hampir duapertiga dari energi yang dikeluarkan dalam bentuk asap, hanya sepertiga yang dapat digunakan sebagai energi listrik. Batu bara juga menimbulkan banyaknya karbondioksida dan gas metana, efek rumah kaca yang dapat berpengaruh pada atmosfer. Tidak hanya itu dampak dari pertambangan batubara juga menimbulkan kerusakan ekosistem yang besar, berkurangnya satwa liar, dan menjadikan bekas tanah galiannya tidak subur. Karena pertambangan batu bara yang tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku, akan menimbulkan kerusakan lingkungan yang akan berdampak pada kehidupan manusia.

Untuk mempertahankan kelestarian lingkungan pembangunan berkelanjutan maka perlu adanya reklamasi lahan bekas tambang batubara tersebut. Reklamasi lahan pasca tambang di Negara - negara maju diatur dalam undang – undang. Pelaksanaannya pun di jaga ketat oleh pemerintahan daerahnya dan warga negara atau masyarakat yang berada di daerah tersebut.

UU No 4 Tahun 1982 Tentang Ketentuan – Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang telah diperbaharui oleh UU No 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, berbunyi Payung dibidang pengelolaan lingkungan hidup serta sebagai dasar penyesuaian terhadap perubahan atas peraturan yang telah ada sebelumnya, serta menjadikannya sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh didalam suatu sistem.
Jika aku menjadi pengusaha pertambangan batubara di suatu daerah katakanlah daerah tersebut Kalimantan, aku akan mereklamasi lahan pertambangan batubara setelah proses pasca pertambangan yang telah menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Dengan cara pertama, Konservasi Top Soil : lapisan tanah paling atas atau tanah pucuk, merupakan lapisan tanah yang perlu di konservasi, karena lapisan tersebut adalah lapisan yang memenuhi syarat untuk dijadikan media tumbuh tanaman, tanaman yang ditanam bisa berupa tanaman polong yang mengandung mineral dan tanaman yang cepat tumbuh pada tumpukan tanah pucuk untuk mencegah terjadinya erosi dan menjaga kesuburan tanah.
Kedua, Penataan Lahan : dilakukan untuk memperbaiki kondisi alam dengan menutup lubang galian menggunakan limbah, tetapi pada lubang galian yang sangat dalam, biarkan terbuka untuk penampungan air tanah, dan meratakan permukaan tanah yang bergelombang.

Ketiga, Pengelolaan Sedimen dan Pengendalian Erosi : dilakukan dengan membuat bangunan penangkap sedimen dan menggunakan Strip Vertiver untuk pencegahan erosi dan area bekas tambang batubara.
Keempat, Penanaman Tanaman Penutup : merupakan usaha untuk memulihkan kualitas tanah dan mengendalikan erosi. Oleh karena itu, keberhasilan penanaman penutup tanah ini sangat menentukan keberhasilan kegiatan reklamasi bekas pertambangan.

Kelima, Penanaman Tanaman Pionir: untuk mengurangi kerentanan terhadap serangan hama dan penyakit juga untuk menarik binatang pernyebar benih seperti burung.

Alat-alat yang digunakan juga perlu dipersiapkan. Pertama, untuk pengelolaan tanah pucuk menggunakan (dozer, mesin penggali dan truk sampah). Kedua, untuk penanaman manualnya menggunakan mesin penabur biji (Hydroseeder). Ketiga, untuk penggalian erosi menggunakan peralatan yang sama seperti pengelolaan tanah pucuk yakni (dozer, mesin penggali dan truk sampah).

Selain alat, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diperhatikan dalam kegiatan reklamasi lahan pertambangan seperti, mempersiapkan rencana reklamasi sebelum pelaksanaan penambangan, luas area yang di reklamasi sama dengan luas daerah penambangan, memindahkan dan menempatkan tanah pucuk pada tempat tertentu, memperbaiki pola alam yang telah rusak, menghilangkan bahan beracun, mengembalikan lahan seperti semula atau sesuai dengan tujuan penggunaannya, memperkecil erosi, memindahkan semua peralatan yang tidak digunakan lagi dalam penambangan, permukaan padat harus digemburkan agar akar tanaman polong sempat menembus tanah yang keras, mencegah masuknya hama, dan memantau juga mengelola area reklamasi sesuai dengan kondisi yang diharapkan.

Untuk itu sadarlah kawan, Indonesia merupakan sektor pertambangan yang dapat menggerakan perekonomian nasional karena area pertambangan cukup besar. Pertambangan memang pilihan yang sangat menarik dan menguntungkan untuk membuka lapangan kerja, memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tapi banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat pertambangan.

Reklamasi sebagai usaha untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan, agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan kemampuannya, sehingga reklamasi memang harus dilakukan. Karena, saat ini banyak masalah atupun musibah yang muncul akibat lahan pertambangan yang dibiarkan begitu saja. Tanpa adanya reklamasi, bencana banjir, pencemaran lingkungan, sedimentasi di daerah aliran sungai, konflik sosial, sulitnya air bersih dan lain – lain. Apabila hal ini dibiarkan begitu saja maka akan menjadi sebuah ancaman baru terhadap kehidupan dibumi ini.
 

SHARE!

Tika Nurkholifa Karawang

"Bukan Apa yang diberikan Indonesia kepada kita Tapi Apa yang Kita berikan untuk Indonesia #SalamPangkalPerjuangan FORUM ANAK SINGAPERBANGSA KABUPATEN KARAWANG"

Follow


25 Mading


Tempat Ibadah Harus Bersih

Kategori : Lingkungan

Kenali Pembangunan Ekonomi

Kategori : Lingkungan

Kenali Mitigasi Bencana Alam

Kategori : Lingkungan

RENCANA REKLAMASI BAHAN TAMBANG

Kategori : Lingkungan