Oleh : Uiaciel
Kategori : Berita Anak

Ruandu Foundation. Padang, 19 Maret 2017. Setelah 300 pelajar dari Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bogor dan 200 pelajar dari Kota Mataram menggelar aksi #TolakJadiTarget industri rokok di Jakarta dan Mataram, hari ini lebih dari 200 pelajar dari 30 sekolah di Kota Padang juga menggelar aksi#TolakJadiTarget industri rokok di Lapangan GOR H. Agus Salim Padang. Ada aksi long march, pengumpulan tanda tangan masyarakat dan drama teatrikal“Industri Rokok Serigala Berbulu Domba” yang menceritakan taktik industri rokok dalam menargetkan anak sebagai target pemasaran mereka.
 
Aksi ini untuk menunjukkan kepada masyarakat luas dan pemerintah Kota Padang bahwa sekolah-sekolah di Kota Padang telah dikepung oleh iklan rokok yang dengan sengaja ditempatkan oleh perusahaan rokok di sekitar sekolah. Melalui aksi ini para pelajar meminta industri rokok untuk segera berhenti beriklan di sekitar sekolah, berhenti menargetkan pelajar dan mendukung kebijakan Walikota Padang untuk Kota Padang bebas dari iklan rokok tahun 2018.
 
Muharman, ketua Ruandu Foundation menyatakan “lebih dari 50 spanduk iklan rokok yang sudah diturunkan oleh pelajar Kota Padang dari lingkungan sekitar lima sekolah, artinya rata-rata tiap satu sekolah di Kota Padang dikepung oleh sepuluh iklan rokok”. Kondisi ini begitu memprihatinkan mengingat sekolah merupakan kawasan tanpa rokok. Bahkan Menteri Pendidikan RI, Muhadjir Effendi telah menyatakan bahwa dalam radius 300 meter dari sekolah tidak boleh ada apapun bentuk Iklan, Promosi danSponsorship perusahaan rokok.
 
Bukan suatu kebetulan jika iklan rokok banyak ditemui di sekitar sekolah. Ini merupakan strategi industry rokok dalam menargetkan anak-anak, karena bagi perusahaan rokok, pelajar merupakan pasar potensial, karena remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap perusahaan rokok di masa depan[i]. Para pelajar ini terpapar iklan rokok setiap hari, saat pergi dan pulang sekolah selama 12 tahun masa sekolah. Semakin sering anak terpapar iklan rokok akan menciptakan kesan bahwa rokok adalah sesuatu yang baik dan biasa sehingga mendorong anak untuk mencoba merokok[ii]. Hasil studi Komnas PA dan UHAMKA tahun 2007 menyatakan sebanyak 46,3% anak mengaku terpengaruh merokok karena melihat iklan rokok dan 86,7% anak mengaku melihat rokok di media luar ruang.
 
Selain meletakkan iklan di sekitar sekolah, perusahaan rokok juga memberikan sejumlah uang kepada pemilik warung untuk memasang iklannya di warung sekitar sekolah. Pemilik warung mengaku telah diberi imbalan beragam ada yang diberi uang 50.000 per bulan hingga 4 juta rupiah per tahun. Spanduk dan iklan yang diletakkan di warung sekitar sekolah tersebut diduga tidak berizin dan tidak membayar pajak reklame pada pemerintah.
 
Kampanye #TolakJadiTarget merupakan kampanye serentak yang digelar di 90 sekolah di 5 kota di Indonesia sejak Bulan September tahun 2016. Tujuannya adalah untuk menolak perusahaan rokok yang dengan sengaja meletakkan iklan di sekitar sekolah. Sejak Desember 2016 lalu, pelajar dari 90 sekolah di 5 kota (Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor) berhasil menurunkan ratusan spanduk, poster dan iklan rokok yang ada di sekitar sekolah mereka. Ini adalah cara pelajar menolak dijadikan target pemasaran perusahaan rokok. Mereka bergerak bersama dalam kampanye #TolakJadiTarget.
 
Kampanye #TolakJadiTarget yang dilakukan pelajar ini telah mendapat dukungan dari pihak sekolah, orang tua siswa, masyarakat sekitar sekolah, rt/rw, lurah, camat, Dinas Pendidikan hingga Walikota Padang. Hingga saat ini, pelajar di Kota Padang telah berhasil menurunkan iklan rokok di lingkungan sekitar 5 sekolah dan akan terus berlanjut di sekolah-sekolah lainnya. Annisa Kurnia, pelajar kelas X SMA N 9 Padang yang ikut dalam aksi hari ini mendukung Kota Padang Bebas dari iklan rokok tahun 2018, “Perusahaan rokok  harus berhenti beriklan di sekitar sekolah kami dan berhenti menarhetkan kami” pintanya.
 
Untuk memperluas dukungan#TolakJadiTarget, gerakan ini juga didukung oleh kampanye onlinehttp://bit.ly/TolakJadiTarget  dan petisi online melalui change.org
http://bit.ly/stopiklanrokokdisekolah

[i] Perokok remaja telah menjadi factor penting dalam perkembangansetiap industry rokok dalam 50 tahun terakhir. Perokok remaja adalah satu-satunya sumber perokok pengganti. Jika para remaja tidak merokok maka industri akan bangkrut sebagai mana sebuah masyarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan punah ” Perokok Remaja: Strategi dan Peluang,” R.J Reynolds Tobacco Company Memo Internal, 29 Februari 1984
[ii] Laporan US Surgeon General
 

SHARE!

Uiaciel Terverifikasi

"Founder Statusfan.com, Anak muda yang aktif berkegiatan dan berbagi dengan anak-anak indonesia, Fasilitator Forum Anak Nasional"

Follow


180 Mading


Web Designer untuk ISBANBAN

Kategori : Berita Anak

Yuk Bertanya #JokowiMenjawab

Kategori : Berita Anak