Oleh : Imam Rahma Sanjaya
Kategori : Liputan

Kiriman dari :
Oki Triwanto Otnel
Malinau, Kalimantan Utara

Halo Teman-teman Indonesia....
Apa kabar semuanya? Tentunya pasti luar biasa ya.
Ketika mendengar liburan kata respon pertama yang timbul adalah “balik kampung”. Ya, benar sekali itu juga yang saya lakukan. Setelah menyelesaikan UAS saya sudah merencanakan pulang kampung, dibalik ga sabarnya pulang kampung saya berkomunikasi terus dengan Revy Daniel Liando alias Ketua Forum Anak Tarakan. Komunikasi intens kami lakukan walaupun saya harus fokus pada UAS saya. Karena pada prinsip saya, libur? Bukan berarti semuanya diliburkan justru libur merupakan moment yang pas dan menurut saya bagai pedang yang bermata dua untuk digunakan. Hehe. Maksud saya adalah, peran kita dalam liburan harus digunakan sebaik mungkin, nah pedang bermata dua  harus buat aksi, kegiatan yang sangat bermnfaat dan bear dampaknya baik bagi kita maupun bagi orang lain. Pasti masih bertanya-tanyakan kapan nih Oky to the pointnya? Iyakan. Hehe.

Setelah menyelesaikan UAS minggu lalu tepatnya hari jumat, sabtunya saya langsung lepas landas dari bandara Soeta. Ok, perjalanan back to kalimantan dimulai....... 3 jam ke bandara, dan 3 jam menuju Tarakan, sesampai di Tarakan akhirnya saya dan FA Tarakan mengadakan pertemuan untuk membahas kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. Yup, keputusan dalam pertemuan itu bahwa kegiatan dilaksanakan minggu pagi bertempat pantai amal, dimana disana mayoritas nelayan, dan pengumpul rumput laut. Yah benar sekali, mata pencaharian mereka dari hasil laut. Kemudian, membagikan balon dan permen kepada anak-anak dikampung nelayan, dan menetapkan bebrapa permainan tradisional yang dimainkan seperti lompat karet, cabang, kereta api, petak umpet. Crengggg.... akhirnya fajar menyingsing tanda hari minggu segera dilakukan sesuai hasil rapat semalam.

Kami pun berkumpul di rumah ketua FA Tarakan dan bergegas kelokasi tujuan. Kami memompa balon dan mempersipakan apa yang diperlukan. Horeee. Akhirnya sampai di kampung nelayan dan disana kami disuguhkan pemandangan yang keren yoi banyak rumput laut yang dijemur dipinggir-pinggir jalan. Udah ga sabar gimana selanjutnya? Okelah. Kamipun ke pantai, disana banyak anak-anak yang main dipantai, banyak anak-anak yang membantu orang tuanya menjemur rumput laut dan jalan juga belum diaspal. Akhirnya kami kumpulkan anak-anak yang ada di pantai kami mengajak main bareng tapi harus main permainan tradisional (seperti hasil kesepakatan).

Setelah dikumpulkan antusiasme anak-anak luar biasa, saking luar biasanya mereka sendiri mengajukan permainan yang harus mereka main. Akhirnya main kucing dan tikus, kereta api, nyanyi bareng, saling kenal bareng, dan bahkan yang buat kaget itu anak-anak minta game terakhirnya itu lomba lari etsss bukan lomba lari biasa loh. Yang ikut lomba lari harus mengendong temennya, mereka berlari sambil mengendomg temennya untuk merebut balon yang ada beberapa meter didepan mereka. Dengan permainan lomba lari gendong maka saatnya bagi-bagi balon dan permen, foto-foto bareng. Oh iya, Oky inget banget nih ada beberapa orang tua anak-anak sampe teriak-teriak karena bangga bisa main bareng kita hehe. Well, intinya Oky Seneng banget bisa main permainan tradisional apalagi dikampung nelayan dipantai lagi hehe.

Satu hal yang saya dapatkan bahwa kamu, aku, kita, semua bersaudara. Mari kita bahu-membahu menjadikan anak-anak busur panah yang pas sasarannya. Dimana anak-anak mendapatkan hak-haknya, menjadi generasi yang handal untuk masa depan Indonesia. Ingat ya JASEM PETRA (Jangan sekali-lagi melupakan permainan tradisional).

Mungkin sampai disini ya cerita dari Oky anak perbatasan, inget loh perbatasan bukan berarti terbatas. Soalnya Oky harus balik ke kampung halaman yakni Malinau, nanti disana Oky pengen ngajarin anak-anak disana, buat edukasi, terutama memotivasi anak-anak dipedalaman bahwa di Malinau itu wajib sekolah 16 tahun dan masih banyak rencana lainnya. Makasih ya semuanya. Salam kenal dari salam hangat dari Tarakan, Malinau, Kalimanta Utara perbatasan Indonesia. 100% Anak Indonesia...
 

 

SHARE!

Imam Rahma Sanjaya

""

Follow


48 Mading