Sumber gambar : Lentera Anak

Dipublis : Feb 22, 2017 - dibaca : 654x
“KOIN untuk Perusahaan Rokok” dan “SI Juki” Warnai Kampanye #TOLAKJADITARGET di Bogor dan Tangerang Selatan

Oleh : Uiaciel
Kategori : Liputan

Lentera Anak, 21 Februari 2017. SMA 1 dan SMP 2 Dramaga hari ini secara bersamaan menurunkan iklan rokok yang mengepung lingkungan sekolah mereka. Aksi ini adalah wujud pelajar #TolakJadiTarget perusahaan rokok yang semakin gencar menargetkan mereka. Iklan rokok yang terdapat di warung-warung sekitar sekolah, diturunkan dan diganti dengan spanduk iklan baru yang berisi pesan positif untuk menolak jadi target perusahaan rokok. 

Tak semua iklan rokok bisa diturunkan oleh pelajar ini, karena terdapat warung yang takut menurunkan iklan rokok. Ketakutan ini karena perusahaan rokok telah memberinya sejumlah uang untuk memasang iklan rokok dalam kurun waktu tertentu. Untuk itu pelajar SMP 2 Dramaga berinisiatif untuk mengumpulkan “Koin untuk perusahaan rokok” untuk mengganti uang yang telah diberikan perusahaan kepada pemilik warung.

Aksi “koin untuk perusahaan rokok ini” di gagas oleh Regi, ketua komunitas sekolah kawasan tanpa rokok SMP 2 Dramaga. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada perusahaan rokok bahwa uang yang diberikan kepada warung itu bukanlah nominal yang sepadan jika dibandingkan dengan ancaman yang akan terjadi pada pelajar yang terus diserang ikan rokok, “sengaja koin, untuk menunjukkan anak sekolah juga mampu mengumpulkan uang segitu” ujar pelajar kelas X ini. Usai berkeliling mengumpulkan koin, para pelajar inipun meberikan uang tersebut kepada pemilik warung, agar tidak takut lagi jika perusahaan rokok menanyai uang yang telah diberikan. 

Sementara itu, di Tangerang Selatan aksi penurunan iklan rokok kali ini turut di dukung oleh “Si Juki” karakter komik best seller Indonesia , yang turut prihatin dengan kondisi ini. Tokoh “Si Juki” menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan spanduk pengganti ala Juki, yang tentunya berisi ajakan anak muda untuk kritis terhadap peusahaan rokok yang saat ini begitu gencar menargetkan anak muda. Faza Meonk creator “Si Juki” menyatakan dukungannya kepada 90 sekolah di Indonesia yang melakukan kampanye ini “Keberanian para pelajar ini tentu perlu didukung oleh banyak pihak, inilah bentuk dukungan Juki agar anak muda semakin kritis dan mampu menolak jadi target perusahaan rokok”. 

Penurunan iklan rokok disekitar sekolah ini adalah bentuk penolakan siswa, guru serta masyarakat sekitar sekolah terhadap perusahaan rokok yang dengan sengaja meletakkan iklan rokok disekitar sekolah untuk menargetkan anak-anak sebagai perokok pengganti. Ini adalah aksi lanjutan dari berbagai aksi kreatif tolak jadi target yang digelar pada Desember lalu. Selain itu para pelajar ini juga telah mensosialisasikan mengenai penolakannya menjadi target industry rokok sekaligus menggalang dukungan dari siswa dan guru serta masyarakat sekitar sekolah mereka. 

Kampanye Tolak Jadi Target merupakan kampanye yang dilakukan oleh Yayasan Lentera Anak bekerjasama dengan 5 Dinas Pendidikan di Indonesia yakni Kota Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor dengan total 90 sekolah dampingan. Dimana berdasarkan hasil monitoring Tim Lentera Anak pada tahun 2016 ditemukan 61 merek rokok yang mengepung sekolah-sekolah di 5 kota ini. Kampanye ini bertujuan untuk melindungi dan memperkuat anak-anak agar mampu menolak menjadi target industri rokok yang dengan sengaja menempatkan iklan rokok di sektar sekolah.

Sekolah dampingan di Mataram hingga Februari 2017 ini bahkan sudah berhasil menurunkan iklan rokok di lingkungan 22 sekolah di Kota Mataram. Sementara Kota Padang akan melakukan penurunan iklan rokok di sekitar sekolah pada pertengahan minggu ini setelah sebelumnya mendapat dukungan penuh dari Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah pada awal Februari lalu.  

Iklan rokok terbukti memiliki pengaruh kuat pada anak untuk mulai merokok. Sebagaimana disebutkan dalam hasil studi Komnas PA dan UHAMKA pada tahun 2007, sebanyak 46,3% anak mengaku terpengaruh merokok karena melihat iklan rokok. Kampanye Tolak Jadi Target ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran kritis siswa, guru dan seluruh elemen masyarakat untuk menolak jadi target industri rokok yang semakin hari, senakin gencar menargetkan anak-anak sebagai konsumen mereka.

SHARE!

Uiaciel


164 Mading