Oleh : Rifandy Zulvan
Kategori : Teknologi

DAMPAK INTERNET DITINJAU DARI SISI KRIMINALITAS
 
Konsekuensi logis dari perkembangan dibidang teknologi komunikasi, transportasi dan informasi tersebut juga berdampak  kepada terjadinya proses perubahan sosial  yang akselerasinya dari waktu ke waktu semakin cepat. Naluri Hedonisme pada setiap individu masyarakat yang dihadapkan kepada kondisi tersebut telah menimbulkan dampak terhadap meningkatnya kuantitas dan kualitas kejahatan.
 
Dimasa yang akan datang, perkembangan teknologi canggih tersebut akan lebih memotivasi para kriminal untuk menciptakan modus operansi baru terhadap perbuatan  tindak pidana yang sebelumnya belum pernah dikenal sama sekali, sebagaimana adagium yang cukup populer di dunia internasional bahwa “ Crime  is  a product  of  Society  itself”  dalam artian bahwa  masyarakat  itu  sendirilah  yang  menciptakan  bentuk,  jenis  dan jumlah  kejahatan  yang terjadi. sehingga untuk mengantisipasinya tentu memerlukan pula suatu sistem hukum baru.

Salah satu bentuk kejahatan dari klasifikasi “New Dimention Of Crime” atau kejahatan dengan dimensi baru adalah kejahatan yang pada prosesnya menggunakan teknologi informasi  khususnya   komputer / Internet. Kehadiran  Internet  memang  sangat banyak  manfaatnya  disamping  mempercepat  perolehan informasi juga aksesnya yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang kebutuhan hidup lainnya.  misalnya  melalui situs  Internet  digunakan untuk mengirim email, hiburan dsb.
         
Disadari   atau  tidak  saat ini telah  datang  suatu  era  kriminal  berdimensi  baru  yaitu  “THE  NEW  DIMENTION  OF   CRIME”  antara  lain  berupa  Cyber  Crime  ( Kejahatan Maya ).Tidak menutup kemungkinan timbulnya kejahatan dibidang lain seperti Pornografi  dan perbuatan  menghasut, memfitnah  yang dilakukan melalui jaringan internet  dan sulit melacak pelakunya.
 
 
Isu penculikan anak di daerah Pojok

Media sosial kembali dihebohkan oleh pesan berantai berisi berita bohong atau hoax, kali ini isinya soal penculikan anak yang dilakukan warga dengan berpura-pura sebagai orang gila. Dalam pesan itu, disebutkan ada seorang pria yang berpura-pura sebagai orang sakit jiwa membawa satu orang anak yang dimasukan ke dalam karung, di daerah Pojok, Kota Cimahi.

Dalam pesan itu, masyarakat diimbau agar selalu waspada apalagi bagi mereka yang memiliki anak kecil di bawah 10 tahun. Jangan biarkan anak main sendiri di luar rumah. Namun, ketika di konfirmasi oleh Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Idradi, mengatakan bahwa kabar terseb      ut hoax dan tidak benar.
Pesan tersebut juga disertai dua foto. Foto pertama anak-anak yang diikat kaki dan tangannya, foto kedua pelaku penculikan yang diikat tangannya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Cimahi dan sekitarnya bahwa apabila mendapatkan broadcast (pesan berantai) tentang berita penculikan itu, kami konfirmasi berita tersebut adalah hoax yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujar Ade, saat ditemui di Polres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Jumat (17/3/2017).

Menurut Ade, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Cimahi sampai saat ini tetap terjaga dan terkendali. Ia pun meminta masyarakat tetap tenang dan jangan takut. "Sekali lagi kami infokan bahwa berita tersebut hoax, kami juga meminta masyarakat agar tidak mudah menyebarluaskan berita yang belum pasti kebenarannya," katanya.

Polisi Dalami Motif Penculikan 2 Remaja Putri di Cimahi

            Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cimahi terus berkoordinasi, Senin pagi, 19 September 2016, untuk memburu penculik dua remaja putri asal Kabupaten Bandung Barat, Laras Wati dan Tiara Putri.           
TP, sisiwi SMP N Gununghalu, salah satu korban penculikan
Senin (19/9/2016), dua remaja putri berusia 14 tahun ini diculik 3 September lalu oleh seorang pria yang dikenal mereka dari jejaring sosial Facebook. Laras telah ditemukan di sebuah hotel di kawasan Sunter, Jakarta Utara, seorang diri. Namun Tiara hingga kini masih dalam pencarian.
            Polisi telah mengidentifikasi pelaku, yakni pria berusia sekitar 30, berkulit sawo matang. Pelaku diminta segera menyerahkan diri.
            Laras Wati dan Tiara Putri hilang tanpa kabar setelah dijanjikan akan disekolahkan di Jakarta, oleh pria tak dikenal. Namun hingga kini Tiara justru tak kembali. Sang ibu meminta penculik dihukum seberat-beratnya.
            Kini polisi fokus mengorek keterangan dari Laras Wati, termasuk memulihkan psikologis Laras, pasca-penculikan. Juga menemukan Tiara Putri dan meringkus penculik secepatnya.
 
KESIMPULAN
Dari dua kasus dampak negatif internet diatas yang menyangkut kriminalitas pada anak-anak dapat kita tarik kesimpulan, internet merupkan salah satu media yang dapat mudah sekali dimanfaatkan untuk melakukan tidak kejahatan khususnya bagi anak-anak. Seperti pada kasus penculiakan pada artikel yang sebelumnya sudah dipaparkan, dari sosial media para pelaku penculikan dapat dengan mudah berkomunikasi dengan anak-anak bahkan bertemu secara langsung dengan korban. Hingga berbulan-bulan korban baru ditemukan. Efek yang ditimbulkan pun tidak hanya trauma secara fisik saja melainkan mental dan psikologi juga. Lalu kasus penyebaran berita hoax (bohong) yang ada pada artikel sebelumnya. Penyebaran berita-berita bohong seperti ini dapat menimbulkan keresahan pada masyarakat khususnya pada orang tua yang memiliki anak kecil. Sehingga dengan kekhawatiran tersebut orang tua menjadi takut membiarkan anaknya bermain di sekitar rumah bersama dengan teman-temannya dan hal tersebut juga dapat berdampak buruk bagi anak-anak. Pada masa-masa anak usia batita, balita, dan taman kanak-kanak sangat penting untuk bersosialisasi dengan lingkungan dan teman-temannya. Bersosialisasi tersebut tentu saja tidak cukup jika hanya dilakuakn di lingkungan sekolah saja, mereka juga perlu sosialisasi dengan lingkungan tempat tinggalnya dan juga teman-teman di rumahnya. Sebagai anggota forum anak yang mempunyai kewajiban sebagai pelapor dan pelopor pemenuhan hak-hak anak  kita mempunyai beberapa tindakan yang akan dilakukan, yaitu:
  1. Melakukan penyuluhan kepda anak-anak tentang cara bergaul dengan orang-orang yang baru dikenal di sosial media.
  2. Menjelaskan kepada anak-anak sisi positif dari sosial media bagi anak-anak.
  3. Menjelaskan cara pemanfaatan internet yang baik dan benar kepada anak-anak khususnya bagi anak-anak yang telah memiliki handphone, laptop, komputer, dsb.
  4. Memantau  perkembangan berita mengenai internet yang menyangkut anak-anak dari berbagai sumber.
  5. Melaporkan ke pihak yang berwenang bila ada kasus-kasus kriminal yang korbannya anak-anak yang khususnya penyababnya dari internet (media sosial).
 
 

SHARE!

Rifandy Zulvan

""

Follow


3 Mading


Hati-Hati di Internet

Kategori : Teknologi