Oleh : Lakuntara Pallahidu
Kategori : Cerpen

Sudah 72 tahun Indonesia merdeka, rakyatnya adil makmur sentosa, tapi apakah itu yang dirasakan seluruh rakyatnya ? kita bisa menjawabnya sendiri. Nyatanya masih banyak pelosok pelosok Indonesia yang sangat rindu akan arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Merasakan manfaat perjuangan yang dilakukan oleh pejuang kita sebelumnya. Sebuah kutipan lirik lagu mengatakan bahwa “Indonesia sejak dulu kala selalu di puja-puja bangsa”, ya negara memang  sejak dulu menjadi incaran manusia-manusia yang haus akan kekayaan, sehing banyak dipuja, disanjung oleh seluruh bangsa yang ada. Tapi bukanlah sanjungan yang kita harapkan, melainkan kemerdekaan yang hakikilah yang harus kita rasakan.

Dari mana kita akan mulai itu semua ? kita akan mulai dari anak-anak kebanggaan negeri ini, anak anak Indonesia yang akan menjadi harapan besar bangsa ini. Menjadi penerus serta pelurus negara yang adil dan bijaksana di ranah parlemen Indonesia. Namun diluar sana masih banyak kita temukan permasalahan permasalahan anak yang dapat menghambat terwujudnya cita-cita tersebut, diantaranya:
  1. Pendidikan yang Layak
    Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa 73% anak di Indonesia putus sekolah salah satunya disebabkan oleh factor Ekonomi yangmembelit kehidupan keluarga mereka. Sangat ironis kita melihat di era millennium sekarang ini anak-anak masih sangat sulit untuk mendapatkan Pendidikan yang layak, sesuai dengan Pasal 31 ayat 1-5 UUD 1945, di Pasal 1 dikatakan bahwa Setiap Warga Negara Berhak Mendapatkan Pendidikan, hal inilah yang seharusnya bisa menjadi fokus pemerintah terutam di bidang Pendidikan.
  2. Kesehatan yang Tidak Merata
    Masih banyak kita jumpai di beberapa wilayah di Indonesia, bidang Kesehatannya masih lemah terutama untuk Puskesmas Ramah Anak, jumlah tenaga medi yang kurang, obat yang belum cukup. Bahwa kita sadari Kesehatan merupakan faktor yang terpenting dan sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup masyarakat Indonesia. Terutama anak-anak yang masih dalam tahapan pertumbuhan. Jika kita memahami bunyi pasal 34 ayat 3 dan 4, fasilitas pelayanan kesehatan seharusnya diatur setingkat Undang-undang. Namun pemerintah mengabaikan hal ini. Aturan tentang fasilitas pelayanan kesehatan dibuat ‘terpecah-pecah’, tidak terpadu antar aturan yang satu dengan lainnya. Yang paling berbahaya, aturan-aturan tentang fasilitas pelayanan kesehatan terkesan membiarkan terjadinya liberalisasi pelayanan kesehatan di Indonesia, seperti bisnis rumah sakit dan klinik, bisnis asuransi kesehatan komersil, praktek kolusi dalam akreditasi fasiltas kesehatan, mafia farmasi, dan komersialisasi pendidikan kesehatan (terutama pendidikan kedokteran).
  3. Gizi Buruk
    Hal ini juga tidak kalah penting dari dua diatas, Indonesia merupakan negara yang kaya raya melimpah SDA nya, tapi mengapa di san asana masih banyak terdapat gizi buruk ? y hal ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan masyarakat kita dalam mengelola DA yang ada untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Berdasar laporan Global Nutrition Report Independent, kondisi gizi 17,8 persen anak balita di Indonesia di bawah standar WHO. Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk segera bertindak menanggulangi kasus gizi buruk ini.
Melalui essai ini harapan saya terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk dapat bersama-sama minimal mengurangi kasus-kasus anak diatas diantaranya dengan

1. Menjadikan DPR sebagai Pelayan Masyarakat

Seperti yang kita ketahui bahwa tugas DPR ialah sebagai perwakilan rakyat, maka dari itu DPR diharapkan mampu menjadi pendengar yang baik terjun langsung kelapangan dan merasakan apa yang diharapkan oleh rakyat. Membangun pemerataan Pendidikan di pelosok Desa tepencil, membiayai pengobatan, mendistribusikan bahan pangan yang nantinya hal ini dapat bermanfaat bagi rakat umumnya dan anak khusunya

2. DPR sebagai Motor Penggerak

Kesejahteraan Rakyat Wakil rakyat haruslah mendorong rakyatnya untuk mau dan harus berubah demi kehidupan bangsa yang lebih baik, memberikan semangat serta sumbangsih kepada rakyat agar terasa keberadaa DPR yang dikatan sebagai Wakil Rakyat itu benar benar ada dan mengayomi rakyat dengan sebaik-baiknya.

Dengan penuh harapan, Pak… Bu… DPR yang terhormat, mari sejahterakan anak-anak kita investasi bangsa dimasa depan karna di tangan merekalah bangsa ini akan maju dan Berjaya. Terus semangat DPR RI, bekerjalah dengan tulus dan ikhlas demi bangsa Indonesia.
 
Batam, 21 Agustus 2017

SHARE!

Lakuntara Pallahidu

""

Follow


4 Mading


Bermain Untukku

Kategori : Cerpen

Harapanku Anak Negeri

Kategori : Cerpen

Kelamku adalah Kamu

Kategori : Cerpen