Sumber gambar : Dokumen Pribadi

Dipublis : Jun 15, 2017 - dibaca : 107x
Gerakan Menggusur Busur

Oleh : Forum Anak Butta Toa (FABT)
Kategori : Isue lainnya

Bulan September 2016 merupakan keadaan yang cukup mencekam bagi kami anak-anak Bantaeng, kami merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan lingkungan kami, karena yang menjadi topik pembicaraan oleh masyarakat saat itu adalah masalah busur atau “busur kesasar”.  Sudah banyak korban yang terkena dampaknya yang mana didominasi oleh anak-anak. Kamipun berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan “Gerakan Menggusur Busur” pada hari Minggu, 4 September 2016 di Anjungan Pantai Seruni Bantaeng. Kami memilih waktu hari Ahad pagi karena masyarakat Bantaeng rutin berolahraga di kawasan Pantai Seruni pada hari tersebut. Pukul 07.00 WITA kami telah bersiap-siap untuk kegiatan menggususr busur. Kami mempersiapkan kain putih berukuran 5 x 3 meter dan juga beberapa spidol sebagai alat untuk menandatangani kain putih tersebut sebagai bentuk keresahan terhadap kasus “busur kesasar”. Mekanisme kegiatan Gerakan Menggusur Busur yaitu kami mengumpulkan tanda tangan semua masyarakat yang ada disekitaran Anjungan Pantai Seruni.

Kami berjalan pada pukul 07.15 WITA mengelilingi Anjungan Pantai Seruni sambil membawa kain putih tersebut. Polisi, Satpol PP, anak-anak, dan juga ada beberapa petinggi pemerintahan yang bertanda tangan saat itu. Pukul 08.15 WITA perasaan kamipun lega karena kegiatan kami berlangsung dengaan lancer. Alhamdulillah, saat itu hampir semua pihak masyarakat Bantaeng mengapresiasi kegiatan yang kami lakukan. Dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang mempublikasikan kegiatan kami melalui media sosial mereka. “Wah, ini dari sekolah mana, Nak” tanya salah seorang Pak Polisi yang terlibat dalam kegiatan kami. Kamipun menjelaskan bahwa kami dari Forum   Anak Butta Toa sambil menjelaskan juga mengenai kegiatan yang sedang kami lakukan ini. “Kegiatan ini sangat luar biasa, Nak. Jarang sekali bisa ditemukan anak-anak seumuran kalian yang mengerti tentang keadaan sekarang”. Itulah tanggapan dari Pak Polisi. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, kami melaporkannya kepada Pemerintah D   Daerah dan juga kami mempublikasikannya melalui berbagai aplikasi media sosial agar semua pihak mengetahui bahwa kami resah dan ingin jika kasus busur tidak ada lagi di Bantaeng agar masyarakat menjadi lebih aman terutama bagi anak-anak.
 

SHARE!

Forum Anak Butta Toa (FABT)


17 Mading