Oleh : FAD Provinsi Bali
Kategori : Liputan

Diskusi Publik
Darurat Kekerasan Anak Di Bali :
“Harus Bagaimana?”
 
Penyelenggara    : Forum Anak Daerah Provinsi Bali
Tanggal                   : 19 Desember 2016
Tempat                  :  Lembaga Perlindungan Anak
Proses                    :

Melihat maraknya kasus kekerasan yang terjadi pada anak–anak di Bali. FAD Bali membuat suatu diskusi publik untuk mengetahui akar permasalahan dari kekerasan yang sering terjadi. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 19 desember 2016 dan diikuti oleh perwakilan osis SMA di sekolah-sekolah di denpasar. Selain itu diskusi ini juga dihadiri oleh Ketua LPA Bali,  Ahli LPA Bali, SKPD terkait, pejabat dari dinkes, disnakertrans, dan BP3A Provinsi Bali (sekarang DP3A).

Dari diskusi ini kami mendapati, banyak anak-anak yang menjadi korban kekerasan, namun tidak mendapat perhatian yang cukup dari lingkungan sekitarnya, baik itu orang tua maupun teman-temannya. Banyak kasus kekerasan yang terjadi pada anak diawali oleh keinginan anak tersebut untuk mendapat perhatian sehingga beberapa dari mereka menggunakan cara yang salah untuk mendapatkan perhatian.

Diskusi public ini menghasilkan 3 kesimpulan, yaitu:
  1. Diperlukan adanya kesepakatan OSIS SMA dan SMP untuk pembentukan satgas khusus penanganan masalah anak dan diupayakan terdapat pelatihan konselor yang berhubungan langsung dengan lembaga perlindungan anak provinsi bali.
  2. Bagi SKPD yang memiliki program terkait anak, diharapkan memberikan peluang dan kesempatan bagi anak-anak Forum Anak Daerah Bali untuk berpartisipasi sesuai kemampuannya
  3. Diharapkan kepada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) (sekarang Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Provinsi Bali untuk dapat mengaktifkan kembali Telepon Sahabat Anak (TESA) sebagai media anak untuk menyampaikan curhatan/cerita tentang permasalahan mereka.
 
Kami harap, 3 hal tersebut dapat menjadi solusi dari maraknya kasus kekerasan pada anak-anak di Bali.
 
Simpulan Dampak       :
Dengan berperan sebagai pelopor dan pelapor FAD Bali berhasil memberikan dampak sebagai berikut,
  1. Membuat suatu diskusi publik untuk mengetahui akar permasalahan dari kekerasan yang sering terjadi. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 19 Desember 2016 dan diikuti oleh perwakilan osis SMA di sekolah-sekolah di denpasar. Selain itu diskusi ini juga dihadiri oleh Ketua LPA Bali,  Ahli LPA Bali, SKPD terkait, pejabat dari dinkes, disnakertrans, dan BP3A Provinsi Bali (sekarang DP3A).
  2. Menghasilkan suatu kesimpulan diskusi yang melibatkan lembaga juga organisasi terkait dalam usaha penanganan maraknya kasus kekerasan pada anak-anak di Bali.
 
 

SHARE!

FAD Provinsi Bali

""

Follow


5 Mading