Oleh : Uiaciel
Kategori : Kegiatan / Event

Perayaan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli tahun ini memiliki cerita tersendiri. Publik dikejutkan dengan peryataan seorang anak ketika ditanya soal cita-cita oleh Pak Jokowi “Jadi Youtuber, Pak”. Sontak Bapak Presiden tertawa. Peryataan murid Sekolah Dasar Negeri 36 Pekanbaru ini seketika menjadi viral di media online dan menuai banyak tanggapan. Tapi kali ini saya tidak ingin banyak berkomentar soal itu, yang saya ingat ibu saya berpesan “Jadi apapun yang kamu suka asal berguna”.

Selain itu, Perayaan yang dilangsungkan di Kota Pekanbaru Riau ini juga diisi oleh aksi Sulap Presiden. Menurut saya, Presiden menempatkan diri dengan sangat baik pada perayaan ini. Sulap dan seperti biasa pertanyaan dengan hadiah sepeda tidak dilewatkan untuk menghibur anak-anak.

Tapi kali ini saya ingin berbagi tentang informasi perayaan hari Anak Nasional yang mungkin sulit teman-teman temui di media mana pun. Sebuah tanggung jawab mengatasnamakan seluruh Anak Indonesia yang dibacakan di depan Bapak Presiden dan di hantar oleh Ibu Menteri PP dan PA siang itu. Sebuah kumpulan kalimat-kalimat penuh harap dan santun, dibubuhi cinta dan doa untuk Indonesia layak anak ini disebut Suara Anak Indonesia.

Mari kita flashback,
Pekanbaru 19 Juli 2017 seketika ramai sejak pagi. Orang-orang lalu lalang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II menuju salah satu Hotel besar di kota ini. Bumi lancang kuning sibuk. Ada sekitar 525 Anak Indonesia berkumpul dari Sabang sampai Merauke untuk Pertemuan Forum Anak Nasional 2017. Sulit untuk saya deskripsikan seberapa antusiasnya saya berada di tengah anak-anak dari seluruh penjuru negeri ini. Mereka datang membawa semangat penuh dan energi positif untuk dinikmati bersama-sama.

Sejak tahun 2010 saya sudah terlibat dalam pertemuan Forum Anak Nasional, dan saya merasa tahun ini lebih berbeda. Wadah Partisipasi Anak ini lama kelamaan mulai menemukan jati dirinya.
Ditahun-tahun pertama Forum Anak Nasional baru sekedar peningkatan kapasitas saja, belum semua Provinsi memiliki forum anak daerah kala itu. Saling berbagi dan saling menginspirasi, ditahun-tahun berikutnya Forum Anak daerah mulai terbentuk dimana-dimana, dari desa sampai provinsi dan berupaya mewadahi partisipasi anak sebaik mungkin. Pertemuan Forum Anak Nasional selalu menjadi ajang yang menakjubkan, karena selain mengumpulkan anak-anak se Indonesia juga tidak terlewat membahas permasalahan-permasalahan anak dari setiap daerah untuk di advokasi ke Pemerintah. Pertemuan ini kurang lebih menghasilkan beberapa hal di antaranya suara anak Indonesia dan rencana aksi. Suara Anak Indonesia kemudian dibacakan di Perayaan Hari Anak Nasional, di depan Presiden Republik Indonesia dan rencana aksi di bawa ke provinsi masing-masing untuk dijadikan panduan dalam bergerak dan bersuara menjadi pelopor dan pelapor untuk Indonesia Layak Anak.

Dalam proses penyusunan suara anak, anak-anak melalui banyak sekali tahapan. Dimulai dengan pengenalan diri dan situasi, lempar pendampat di depan teman-teman yang berbeda provinsi untuk melihat perspektif yang berbeda tentang masalah anak yang di ajukan, kemudian anak-anak di fasilitasi oleh para narasumber yang profesional, masuk pada diskusi bersama provinsi masing-masing dan akhirnya melahirkan 5 isu prioritas utama setiap daerah. Belum sampai disitu, kelima isu prioritas utama tersebut didiskusikan kembali dengan membagi pemahaman tentang “Saya Lihat, Saya Tahu dan Saya Akan”. Anak-anak diminta untuk mendiskusikan solusi dan rencana aksinya untuk mendorong penyelesaian masalah tersebut di daerah. Kemudian di visualisasi dan presentasikan.

Saya menyaksikan dengan hikmat proses awalnya, ketika masih berada dalam kelompok besar anak-anak antusias bercerita dan berbagi informasi tentang masalah anak. Dari masalah pendidikan, pernikahan usia anak, bullying, rokok, narkoba, perdagangan anak semuanya mereka bagi. Mereka membuka mata kami orang dewasa untuk lebih peduli. Di kelompok besar saya ditugaskan untuk memfasilitasi berjalanannya diskusi Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tenggara. Walau sudah malam, mereka mengerahkan seluruh tenaga dan semangat untuk membahasnya dengan tuntas dan penuh tanggung jawab. Saya menyaksikan dengan haru anak-anak menangis, tertawa, gundah dalam berbicara tentang nasib anak-anak di lingkungan mereka.

Proses selanjutnya adalah setiap provinsi diminta mendelegasikan 1 orang masuk pada kelompok kecil untuk menyusun suara anak dari hasil diskusi sebelumnuya. Proses diskusi penyusunan suara anak bebas dari keterlibatan orang dewasa. Pintu ruangan di kunci rapat, selama 3 jam anak-anak menyusun aspirasi anak tersebut untuk dibacakan di depan presiden.

Dari diskusi kecil lahirlah 10 Point suara anak Indonesia 2017

Kami Anak Indonesia menyuarakan :

  1. Tingkatkan Akses pelayanan pembuatan akta kelahiran, terkhusus di daerah pelosok.
  2. Tingkatkan peran Forum Anak dalam Proses Pembangunan.
  3. Libatkan tokoh masyarakat dalam implementasi pendewasaan usia perkawinan.
  4. Tumbuhkan pola asuh ramah anak.
  5. Tingkatkan pengendalian terhadap peredaran narkotika dan psikotropika serta lindungi anak dari iklan, promosi, sponsor dan asap rokok.
  6. Tingkatkan fasilitas kesehatan ramah anak dan perbaiki gizi buruk pada anak.
  7. Tingkatkan kualitas pendidikan melalui implementasi pelaksanaan sekolah lima hari dan zonanisasi sekolah serta hapuskan segala bentuk kekerasan di sekolah.
  8. Tingkatkan pengguna internet sehat disertai dengan semangat literasi pada anak.
  9. Tingkatkan pembelajaran siaga untuk anak di daerah rawan bencana dan konflik.
  10. Lindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan seksualSetelah 10 point ini lahir, langsung di berikan kepada protokoler Istana. Tidak dikurangin atau ditambahkan satu katapun. Suaranya murni, milik anak-anak.Pagi hari kala 23 Juli, bersama kawan-kawan Fasilitator, kami mengantar anak-anak ini untuk membacakan suara anak di Gubernuran provinsi Riau. Panasnya kota Pekanbaru kala itu menjadi saksi sebuah perjuangan dan komitmen yang tak kalah tangguh dari apapun.

    Memasuki arena perayaan hari anak, kami di periksa satu persatu barang bawaan oleh panitia dan Pasukan Pengamanan Presiden. Dipantau dan dijaga sangat ketat di belakang panggung, ditanya ini itu, tidak mengurangi kobaran semangat kami sedikit pun. Dibelakang panggung saya sempat berdebat dengan Paspampres soal esensi perayaan hari anak, membuat kepala saya panas dingin. Di depan anak-anak saya kehilangan sepersekian detik senyum di wajah,
    dan mereka menyadarinya. Sebelum mereka tampil di panggung, salah satu anak berbisik “Mbak, ayo senyum” sedikit lagi suara anak akan dibacakan. Semangat saya kembali memuncak lagi, mereka menyuntikan energi positif.

    Menyaksikan mereka membacakan suara anak dengan tegas, melihat ekspresi pak Jokowi fokus mendengarkannya, diiringi instrumen lagu ibu pertiwi, dan penciuman bendera. Bulu kuduk saya berdiri, hati saya berdegup kencang. Sebelum mereka naik panggung saya berpesan “ini hari kalian, hari anak-anak. Lakukan sebisa kalian dengan penuh bangga. Jangan takut salah, nikmati prosesnya, dan tersenyumlah” Ini adalah pembacaan suara anak paling menakjubkan.

    Setelah pembacaan selesai, mereka berlari ke belakang panggung sambil berteriak “Mbaaakk Ambonnnnnn, Kami berhasillll” yaahhhh. Mereka berhasil melakukannya, membuat semua orang terkesima. Membuat perhatian tertuju pada setiap untaian kalimat penuh harapan.

    Kami berpelukan, hari ini 23 Juli saya menyaksikan tawa dan tangis bercampur di setiap wajah mereka. Terima kasih anak-anak Indonesia, Hari Anak Nasional kali ini Romantis!

     



Diambil dari Blog Kak Desi

Sumber : https://mbakambon.wordpress.com/2017/07/25/dibalik-aksi-sulap-presiden-dan-cita-cita-youtuber-di-perayaan-hari-anak-nasional-pekanbaru-riau/#more-946 

SHARE!

Uiaciel Terverifikasi

"Founder Statusfan.com, Anak muda yang aktif berkegiatan dan berbagi dengan anak-anak indonesia, Fasilitator Forum Anak Nasional"

Follow


180 Mading


Lomba 17-an dari Forum Anak KC SONG

Kategori : Kegiatan / Event

FAKB - Kita Anak Indonesia, Kita Sehat!

Kategori : Kegiatan / Event

CCA Bukan Hanya Cinta

Kategori : Kegiatan / Event

Lomba Musik Akustik & Jinggle Three Ends

Kategori : Kegiatan / Event