Sumber gambar : Forum anak NTB

Dipublis : May 24, 2017 - dibaca : 756x
CERITA TEMU FORUM ANAK NTB 2017

Oleh : FADNTB1
Kategori : Kegiatan / Event

CERITA TEMU FORUM ANAK NTB 2017
Sabtu 20/05/17 Forum Anak NTB telah melaksanakan Temu Forum Anak NTB yang dihadiri oleh 10 Kab/Kota yang diadakan tanggal 18 – 20 Mei 2017 bertempat Hotel Grand Legi Mataram. Kegiatan berlangsung dengan mengambil konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya dan terbilang unik. Konsep Temu Forum Anak NTB tahun ini mengambil konsep sistem pemerintahan, dimana Koordinator Kegiatan sebagai Presiden, Panitia Kegiatan sebagai Mentri, Fasilitator Anak sebagai Walikota, dan peserta sebagai rakyat. Panitia kegiatan juga mengkonsepkan adanya BANK Forum Anak NTB yang dimana nantinya anak/peserta dapat mengatur keuangannya sendiri, dan dapat belajar hemat, setiap kali sarapan, makan siang, makan malam, dan waktu coffe break, peserta harus membayarnya dengan uang dari Bank Forum Anak NTB yang sudah diberikan, jelas Kartika Sari sebagai Koordinator Kegiatan Temu Forum Anak NTB.
 
Persiapan untuk kegiatan Temu Forum Anak NTB kurang lebih satu bulan penuh. Dengan diadakannya dua kali ToT (Trainning of Trainner) untuk panitia dan fasilitator agar lebih siap saat kegiatan berlangsung. Jumlah peserta tahun ini ada 42 anak dari 10 Kab/kota di NTB, yang awalnya ditargetkan 30 peserta. Melihat hal ini Kepala Seksi Partisipasi Anak Pak Suardi akan menargetkan tahun depan harus ada 50 peserta Temu Forum anak NTB 2018.
 
Dua kali ToT diadakan sejalan dengan persiapan Temu Forum Anak NTB sudah dapat dibilang siap untuk semuanya. Dari observasi tempat kegiatan, persiapan perlengkapan yang dibutuhkan dan susunan acara yang asyik sudah dipastikan. Koordinator, panitia, dan fasilitator anak menjalankan baik posisinya masing – masing.
 
Kamis 18/05/17 Hari pertama Temu Forum Anak NTB. Kamis pagi, 10 Kab/Kota sudah ada di Mataram dengan membawa semua perlengkapan yang sudah disiapkan. Peserta sebelumnya melakukan registrasi terlebih dahulu dan mengambil photo personal yang dimana nanti akan dimasukkan kedalam album kenangan Temu Forum Anak NTB. Tampak dari wajah mereka banyak arti senyum diperlihatkan. Senyum senang bertemu teman lama, dan juga senyum simpul malu bertemu teman baru dari 10 Kab/Kota lainnya.
 
Hari pertama didalam aula hotel, sesi perkenalan untuk semua panitia dan fasilitator anak , dan juga peserta,  mereka sudah dapat berinteraksi dengan peserta lainnya, berkenalan dengan teman baru, saling bertukar cerita pengalaman dan perjalanan ke Mataram. Tampak dari semua peserta tidak lagi memperlihatkan senyum simpul malu, tetapi mereka dihari pertama sudah dapat saling melempar tawa dengan peserta lainnya.
 
Bunda Hartina kepala DP3AP2KB Prov.NTB datang dengan bunda Nining kepala bidang Partisipasi dan Hak Anak menyapa semua peserta dengan ramahnya. Bunda Hartina datang juga untuk membuka acara Temu Forum Anak NTB 2017 secara resmi di Hotel Grand Legi Mataram 18 – 20 Mei 2017 sekaligus berdialog dengan peserta.
Semua peserta tampak antusias dengan datangnya bunda Hartina, rasanya mereka tidak sabar untuk berbagi cerita dengan Bunda disesi dialog nantinya. Aula hotel pagi itu semakin ramai dengan yel – yel dari masing – masing Kab/Kota sebagai ungkapan semangat mereka mengikuti kegiatan Temu Forum Anak NTB.
 
Hari pertama dihabiskan dengan penyampaian materi dari semua narasumber. Materi pertama tentang penanggulangan bencana dan  iklim serta Hak Partisipasi Anak didalam Musrenbang disampaikan oleh Dinas LH Bappeda Prov.NTB. Selanjutnya tidak lupa penyampaian materi dari Kepala DP3AP2KB tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang dimana akan dibuka sesi diskusi untuk semua peserta. Peserta akan diberikan kesempatan bertanya dan mengeluarkan pendapatnya. Saat diskusi berlangsung bunda Hartina mengatakan “saya tidak bisa bayangkan, ternyata pikiran anak – anak seperti kalian ini, bisa melebihi mahasiswa dan orang intelektual lainnya. Hebat”.
 
Selepas dari itu, materi selanjutnya disampaikan oleh anggota Forum Anak NTB yang tahun lalu mewakili NTB dalam kegiatan 2P (Pelopor dan Pelapor) di Jakarta yaitu Denisward Eurico Rathany, Novi Laely Wardhani, Anindita Ika Septiani didampingi oleh Kartika Sari sebagai Fasilitator Nasional membawa 4 dasar masalah anak, Pernikahan Usia Anak, Bahaya Asap Rokok, INCAKAP, dan Perubahan Lingkungan dan Iklim.
 
Malamnya selepas sholat magrib diadakan diskusi kelompok Provinsi Layak Anak dan Analisis Suara Anak NTB, yaitu memeriksa kembali Suara Anak NTB tahun lalu, suara mana yang sudah direalisasikan dan belum. Untuk suara anak yang sudah direalisasikan akan di ganti dengan suara anak yang baru yang sudah dirumuskan oleh anak NTB yang mengikuti Temu Forum Anak NTB hari itu.
 
Jumat 19/05/2017 Hari kedua Temu Forum Anak NTB diawali dengan sholat subuh berjamaah di musholla hotel. Selepas sholat subuh peserta diarahkan untuk bersiap – siap mengenakan pakaian adat SASAMBO (Sasak, Samawa, Mbojo) karena akan segera berangkat ke kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk membacakan Suara Anak NTB dan Berdialog dengan bapak Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat.
 
Sekitar pukul 08.00 panitia, fasilitator, dan peserta sampai di kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat. Disambut baik oleh bapak wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, S.H, M.Si beserta jajarannya. Beliau hadir dengan pakaian olahraga dan berkata “saya sengaja hadir hari ini mengenakan baju olahraga, baju santai seperti ini supaya anak – anakku semua merasa lebih santai saat dialog nanti, bapak tidak terlalu suka dengan pakaian resmi yang banyak sekali pangkat diatasnya’. Bapak wakil Gubernur juga tidak lupa menyampaikan maaf dari bapak Gubernur NTB TGB. Muh. Zainul Majdi yang hari itu tidak dapat hadir.  
 
Forum Anak NTB tidak lupa juga memberikan persembahan tanda terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan, yaitu salah satu peserta Temu Forum Anak NTB Rahayu Diana dari Forum Anak Lombok Timur, seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) membawakan tari dayang – dayang khas Lombok.
 
Hari itu juga, diberikan selempang merah kepada Ahmad Fadly Syarief Zein Forum Anak Lombok Timur sebagai pemenang Vlog Fantab dan mendapatkan golden tiket ke Riau oleh Bapak Wakil Gubernur NTB. Sampai kepada pembacaan 5 suara anak NTB diwakili oleh Julian Fathi Forum Anak Samawa dan Anggun Ayunda Samsudin Forum Anak Lombok Utara, berdiri dihadapan bapak Wakil Gubernur dengan pakaian adat Sasak perpaduan pakaian adat Samawa. Pembacaan 5 suara anak NTB dengan tegas dan jelas sampai pada  poin ke – 5 yang menjadi suara anak paling menarik saat itu “Kami Anak NTB menginginkan agar suara anak NTB tidak hanya didengarkan tetapi dilaksanakan”.
 
Bapak Wakil Gubernur NTB merasa haru dan bangga melihat peserta Temu Forum Anak NTB yang hadir saat itu. Beliau mengatakan bahwa anak yang  hadir hari itu dan seluruh anak Indonesia adalah anak yang sudah menjadi pemenang sejak lahir. Beliau kagum melihat anak NTB yang hadir saat itu dengan beragam macam pakaian adat dan bertambah kagum juga bangga melihat tarian dayang – dayang dari Diana seorang anak berkebutuhan khusus.
 
Pada sesi dialog, bapak Wakil Gubernur habiskan untuk bertukar cerita dan pengalaman bersama anak – anak, menjawab semua pertanyaan dari anak – anak, dan mendengarkan pendapat dari anak – anak. Semua anak aktif saat itu, juga semua orang yang hadir saat itu merasa senang dan bangga. Suatu kehormatan untuk kita bisa bertatap muka, bertukar cerita dengan bapak Wakil Gubernur di ruang kerja utama Gubernur Nusa Tenggara Barat.
 
Lepas dari pertemuan dengan bapak Wakil Gubernur, peserta kembali ke Hotel sekitar pukul 11.00 untuk melaksanakan sholat jumat dan istirahat. Malam nanti akan diadakan acara keakraban, disertai pentas seni dari peserta Temu Forum Anak NTB. Konsep pentas seni tahun ini juga berbeda, tidak dengan kab/kota masing – masing tetapi dipasangkan dengan kab/kota yang berbeda. Semua peserta bersemangat mempersipakan pentas seni yang menarik, dari mulai puisi, menyanyi, tari, pantun adat, beladiri,dll.
 
Sabtu 20/05/2017 Hari ketiga Temu Forum Anak NTB ditutup dengan regenerasi kepengurusan Forum Anak NTB dan Outbound. Outbound diikuti oleh seluruh peserta dan fasilitator. Bermain tekhnik memasukan bola kedalam ember menggunakan 3 tali plastik dan banyak lagi permainan lainnya, dengan tujuan melatih kesabaran, meningkatkan kekompakan antar peserta dan fasilitator.
 
Selanjutnya, pemilihan ketua dan wakil ketua Forum Anak NTB dilakukan dengan sangat demokratis, sampai bunda Hartina mengatakan “semoga saja pemilihan pemimpin di Indonesia seperti ini, lancar, dan baik”. ada enam pasangan calon ketua dan wakil ketua Forum Anak NTB dari kab/kota yang berbeda pula. Suara terbanyak diraih oleh pasangan ke enam yaitu Noer Alif Baslamin sebagai Ketua Forum Anak NTB, dan Delvi Eka Rahayu sebagai Wakil Ketua Forum Anak NTB periode 2017 – 2019.
 
Setelah regenerasi, panitia mengumumkan 10 peserta terpilih menjadi  Duta Anak NTB 2017 dan akan berangkat ke Riau untuk menghadiri Forum Anak Nasional, yaitu Bagus Arya Devayana (FA Kab. Lombok Barat), Nurauhan Rahmad (FA Kab. Dompu), Muhammad Omar Qilya Alrizis (FA Kota Bima), Julian Fathi ( FA Kab. Sumbawa), Alda Nurul Haliza (FA Kota Mataram), Brilliyant Chautshar (FA Kab. Lombok Timur), Neysna Nadila Tamrin (FA Kab. Lombok Utara) Aisyah Kharisma (FA Kab. Sumbawa Barat) Hani Maharani (FA Kab.Bima) Mutiara Faza (FA Kab. Lombok Tengah). Lepas dari pemilihan Duta Anak dilakukan pemilihan Best in untuk peserta, panitia, dan fasilitator sebagai bentuk penghargaan setelah mengikuti kegiatan Temu Forum Anak NTB selama tiga hari di Hotel Grand Legi Mataram. Dan sampailah kepada acara penutupan yang langsung dihadiri oleh bunda Hartina kepala DP3AP2KB menutup acara secara resmi. Rasa senang dan sedih bercampur siang itu. Senang akan kembali ke kab/kota masing – masing, namun sedih karena akan berpisah dengan teman – teman lainnya. Sampai bertemu dicerita Temu Forum Anak NTB 2018.
 
 

SHARE!

FADNTB1


8 Mading