Oleh : mohammad rizki
Kategori : Isue lainnya

Antisipasi Peningkatan Penyalahguna Narkoba, - Komunitas Anak Sangkapura Adakan Deklarasi Anti Narkoba
Oleh     : Mohammad Rizki
Tema    : Isu lainnya
 
Usia remaja merupakan masa-masa yang penuh dengan hal-hal baru dan perubahan. Pada masa itu, banyak pula tantangan dan permasalahan yang seringkali muncul. Masalah narkotika, misalnya, hingga saat ini merupakan persoalan yang sangat mendesak. Data Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gresik menunjukkan jumlah penyalahguna narkoba yang direhabilitasi pada Tahun 2016 mencapai 37 orang, salah satu diantaranya masih usia anak dan berstatus pelajar Sampai dengan akhir Mei Tahun 2017, tercatat 12 orang penyalahguna narkoba, sedangkan lima diantaranya masih berusia anak serta bersatus pelajar.

Peredaran narkoba tidak hanya marak di daerah perkotaan, yang biasa diasumsikan sebagai gudangnya pergaulan bebas, namun juga telah merambah daerah pedesaan. Di Kabupaten Gresik, salah satu wilayah yang rawan penyalahgunaan narkoba adalah Kepulauan Bawean. Oleh karena rasa khawatir terhadap masalah Narkoba tersebut, Komunitas Anak Gresik mengadakan penyuluhan atau sosialisasi Anti Narkoba di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Pulau Bawean sendiri merupakan sebuah pulau terluar di Jawa, berjarak tempuh 3.5 jam dengan kapal cepat. Wilayah Pulau Bawean yang terpisah dari Pulau Jawa, dan karena kondisi geografisnya, rawan terhadap adanya peredaran narkoba.

Dari berbagai informasi yang kami dapatkan baik dari BNN Kabupaten Gresik yang berkunjung ke Pulau Bawean, Guru–guru pendidik di Pulau Bawean dan Komunitas anak Gresik yang ada di pulau Bawean permasalahan penyalagunaan obat– obat Narkotika dan Psikotropika marak di sana. Penyalagunaan obat komik yang berlebihan (melebihi dosis) dicampur minuman sachetan serta autan  banyak dikonsumsi anak–anak di pinggiran pantai maupun pedalaman.  Itulah masalah yang mencetuskan pentingnya Komunitas Anak Gresik untuk sosialisasi anti narkoba.                                                                                                                                

Dalam mewujudkan sosialisasi pencegahan narkoba ini, Komunitas Anak Gresik dibantu oleh berbagai jajaran pemerintah, diantaranya :  BNN Kabupaten Gresik, Staf Kecamatan Sangkapura, Polsek Sangkapura, Puskesmas Sangkapura, serta Pelajar Sangkapura. Mereka berhasil merealisasikan keinginannya untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba dengan terlaksanakannya ‘Deklarasi Anti Narkoba’, yang dilaksanakan pada tanggal 24 April 2016. Acara tersebut dilaksanakan di kantor kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, pada pukul 08:00 WIB.

Acara tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tujuannya, agar rasa nasionalisme dan patriotisme selalu terpupuk di dalam jiwa bangsa Indonesia. Para peserta sosialisasi dengan khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni tradisional salah satunya seperti “ pencak bawean ” yang bertujuan untuk tetap melestarikan seni yang ada didaerah tersebut.

Penyampaian materi sosialisasi tentang bahaya narkoba disampaikan oleh Polsek dan Puskesmas Sangkapura. Kedua lembaga tersebut memang yang paling mengetahui tentang permasalahan narkoba. Polisi untuk menertibkan setiap orang yang menyalahgunakan narkoba, sementara staf kesehatan bertugas untuk memeriksa dan merehabilitasi orang yang telah terjerat narkoba

Dalam sosialisasi disampaikan beberapa alasan penyalahgunaan dari narkoba, yang biasanya didasarkan pada rasa ingin mencoba, serta bermula dari : mudah frustasi, tidak senang diatur, eksperimental, adanya tren penggunaan narkoba jenis tertentu sebagai citra remaja modern, mudahnya narkoba itu didapat, dan juga pengawasan yang kurang efektif.
Adapun pengaruh narkoba secara umum yaitu : Ketergantungan (kejiwaan, tanpa kerusakan tubuh), Kecanduan : tubuhnya sudah sehingga selalu memerlukan obat, dan Kesehatan : pengaruhnya terkandung pada bahan kimia yang terkandung dalam obat tersebut.

Narkoba dikonsumsi dengan berbagai macam cara. Diantaranya yaitu ditelan, dihisap (dengan alat ataupun dengan rokok), dan disuntikkan. Penyuntikan narkoba, lebih disukai jika menggunakan suntik dan jarum yang sama untuk sebagian besar remaja.Pada kasus penyalahgunaan narkoba, yang paling ditemui adalah sakau/putau dan ganja. Namun terlepas dari dua jenis obat tersebut, narkoba dikonsumsi atau dipakai karena dapat menimbulkan efek tenang sesaat.                                                                                                                  

Lalu bagaimana membantu remaja mencegah dari penyalahgunaan narkoba? Kalau masih coba-coba atau insidental, bantulah agar ia: Memiliki rasa malu, karena mengkonsumsi narkoba itu perilaku memalukan, meninggalkan lingkungan seputar narkoba, aktif dalam kegiatan lain, meningkatkan ibadah, yang terpenting adalah mengembangkan sikap percaya diri  dan pengendalian diri yang kuat. Sedangkan untuk remaja yang sudah tergantung atau mencandu, sebaiknya berkonsultasi dengan petugas kesehatan atau ke tempat-tempat rujukan agar bisa mendapatkan rehabilitasi.

Untuk lebih memantapkan pencegahan nakoba, Komunitas Anak Gresik sangkapura membacakan ikrar dan juga menandatangani deklarasi anti narkoba dengan jajaran petinggi setempat. Dengan tersebut, diharapkan adanya deklarasi yang dipelopori oleh KAG dapat memberi kesadaran bagi semua orang agar tidak menyalahgunakan narkoba.

Semoga dengan adanya Deklarasi anti narkoba ini dapat mencegah penyalahgunaan narkoba dan para pelajar jadi lebih tahu mengenai bahaya narkoba, meningkatkan kesadaran dari seluruh warga untuk mengantisipasi peredaran narkoba, dan dengan demikian mewujudkan harapan yang disampaikan oleh camat Sangkapura pada penutupan acara: “Mari kita Wujudkan Pulau Bawean Zero Narkoba”.
 

SHARE!

mohammad rizki

""

Follow


1 Mading


Kenalan Yuk dengan Generasi Budaya

Kategori : Isue lainnya

Peran Keluarga Dibutuhkan Sang Anak

Kategori : Isue lainnya

Kongres Forum Anak Butta Toa

Kategori : Isue lainnya