Oleh : Kayyisah
Kategori : Cerpen

Angka tujuh belas tak henti-hentinya memberikan kejutan dan kebahagiaan tersendiri bagiku. 


Dirgahayu Republik Indonesia lagi-lagi datang menyambut pagi yang semarak. Sejauh mata memandang, langit terhias sang saka merah putih yang dengan gagahnya berkibar. Tak peduli bendera yang masih tercium wangi baru dengan bendera yang telah lusuh berdiri tegap berdampingan, mereka tetap sama. Bendera yang hingga akhir hayat kan kujaga. 

Aku Kayyisah, tak peduli hujatan apapun di luar sana, bangga terlahir di tanah suci nan elok dan bangga dapat menjadi bagian dari Indonesia. Rasanya ingin selalu berterimakasih pada Ibu Pertiwi. Telah diberi kesempatan menemani setiap langkahnya dan tumbuh bersama. Bahkan rasa-rasanya terimakasih saja tak cukup, seperti ada rasa yang kurang. Aku mengernyitkan dahi, apa itu? Aku yang tengah menjalani upacara peringatan hari kemerdekaan melihat kembali bendera yang terkibar di tiang bendera sekolahku. Tak peduli gerasak-gerusuk dan umpatan teman di sebelahku yang lelah karena untuk kesekian kalinya harus menahan diri menjalani upacara. Aku terfokus pada kibaran bendera yang diterpa angin lembut. Ia menghalangi cahaya mentari, seakan melindungi kami dari terik matahari. Tepat dikibaran ke tujuh belas dalam perhitunganku, cahaya mentari lolos dan menyinari wajahku. Aku tersadar. Aku tahu sekarang. Bahkan aku sudah tahu sejak lama dan mungkin secara tidak sadar aku sudah pernah melakukannya. Rasa yang kurang itu, adalah rasa belum memberikan apapun untuk negeri. Aku tersontak, ya itu. Pengabdian. Aku sadar, sama sekali tak ada paksaan untuk mengabdi, hanya teruntuk yang sangat paham arti berterimakasih. Aku tersadar akan hal itu, di hari ke tujuh belas setelah bulan ke tujuh pada tahun dua ribu tujuh belas, aku menemukan jati diri seorang Kayyisah di usia ke tujuh belas tahun. Aahh.. lega rasanya. 

Sekali lagi, angka tujuh belas tak henti-hentinya memberikan kejutan dan kebahagiaan tersendiri bagiku. 

SHARE!

Kayyisah Terverifikasi

""

Follow


11 Mading


NOVEMBER RAIN

Kategori : Cerpen

Hujan Adalah Kebahagiaan Ku

Kategori : Cerpen

"Aku dan Leukimia"

Kategori : Cerpen